Yusril Optimis MK Akan Tolak Gugatan Prabowo Sandi

TANGKASNews – Ketua Tim Kuasa Hukum TKN 01, Yusril Ihza Mahendra mengatakan tudingan kubu Prabowo Sandi dalam gugatan sengketa Pilpres 2019 ternyata hanyalah sebuah asumsi semata saja.

Sehingga Yusril mengaku optimis gugatan sengketa Pilpres 2019 kubu Prabowo Sandi akan ditolak oleh Mahkamah Konstitusi (MK), lantaran tudingan kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) itu ternyata hanya sebatas asumsi.

“Saya optimis, kalau engga mereka tidak bisa membuktikan secara kuantatif terjadi apa yang mereka dalilkan sebagai pelanggaran TSM. Selain TSM itu bukan kewenangan MK, tetapi ada mahkamah yang memeriksa itu. Saya menilai bahwa mereka tidak bisa membuktikan hanya batas asumsi saja,” paparnya disela sela waktu skors sidang sengketa Pilpres di Gedung MK Jakarta, Selasa (18/6).

Selain itu , Yusril menekankan bahwa dugaan pelanggaran TSM bukan wewenang MK untuk menangani karena menjadi ranah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Lebih lanjut , Yusril pun menjelaskan bahwa tidak tepat jika pemohon mempermasalahkan Jokowi yang menaikkan gaji, menaikkan tunjangan, dan tunjangan hari raya (THR) karena semua kebijakan itu sudah disepakati bersama presiden dengan DPR dan tiap tahun itu harus dilakukan.

“Kalau memang itu dianggap satu pelanggaran, apakah ada pengaruhnya terhadap suara, misalnya orang yang dinaikan gajinya itu mendukung Jokowi? Kan enggak juga, jumlah pegawai negeri kita 4,1 juta diseluruh Tanah Air, dan 4,1 juta itu apa betul milih pak Jokowi? Kan gak bisa dibuktikan, untuk membuktikan kan dipanggil satu-satu, kalau nanya milih siapa kan melanggar UU, itu sifatnya rahasia,” terangnya.

Sedangkan berdasarkan survey mengatakan bahwa hampir 80 persen PNS , keluarganya memilih pasangan Prabowo Sandi. Ini sebagai bukti bahwa kebijakan Presiden Jokowidodo dalam menaikan gaji PNS bukan lantaran untuk mendongkrak perolehan suara melainkan demi kesejahteraan para PNS.

Jika dikaitkan dengan sidang MK yang tengah berlangsung saat ini sujatinya adalah Gugatan Sengketa Pilpres 2019 itulah yang pantas disebut sebagai “Gugatan yang TSM .”

Red
Editor : Intan