Wujudkan Kedaulatan Energi, Pembangunan Kilang Minyak Baru Adalah Hal Yang Tidak Bisa Ditawar

TANGKASNEWS – Konsumsi Produksi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia hingga saat ini belum menunjukan hasil yang menggembirakan.

 

Sehingga dapat dikatakan, salah satu Janji Nawacita Presiden Jokowi belum terealisasikan akan terwujudnya kedaulatan energi di tanah air.

 

“Harus jujur kita katakan bahwa belum ada kabar baik sektor energi di Indonesia. Upaya mewujudkan kedaulatan energi yang menjadi salah satu janji Presiden Jokowi juga belum sepenuhnya terealisir,” tutur Anggota Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dalam keterangan tertulisnya pafa Sabtu (29/7).

 

Untuk itu DPR, imbuhnya menyarankan kepada pemerintah agar lebih fokus dalam mewujudkan kedaulatan energi terkait dengan kebutuhan BBM per tahunnya kian meningkat mencapai 8 persen .

 

Konsumsi Produksi BBM yangtidak berimbang , paparnya, indonesia punya kemampuan produksi BBM hanya sekitar 800 ribu barrel dengan konsumsi BBM Nasional 1,6 juta.

 

Dengan proyeksi demikian, jelasnya,  kebutuhan BBM nasional pada tahun 2025 diprediksi akan mencapai 2,6 juta barrel per hari.

 

Maka dari itu kepada Kementerian ESDM , Eni memyarankan agar segera mengbil langkah langkah konkrit seperti pembangunan kilang minyak baru di tanah air.

 

“Pilihan kebijakan pembangunan kilang minyak menjadi mendesak karena hampir sebagian besar kilang minyak yang ada di Indonesia umurnya sudah 30 tahun dan hanya mampu mengolah minyak mentah menjadi produk BBM hanya sekitar 800 ribu per barrel per hari,” terangnya.

 

Pembangunan kilang minyak baru, tegasnya adalah suatu langkah yang harus dilakukan pemerintaj dan tidak bisa ditawar guna dapat mewujudkan Nawcita Presiden Jokowi akan Kedaulatan Energi di Indonesia.

 

Red

Editor : INTAN