Wujudjkan Swasembada Pangan, Menkop Puspayoga Siapkan Koptan Terbesar di Indonesia

TANGKAS- Pada Minggu (4/12), Menteri Koperasi UKM, AAGN Puspayoga melakukan kunjungan kerja ke Purwokerto Jawa Tengah dengan meninjau Koperasi Bina Usaha Mandiri Profesional (KBUMP).

Dalam kunjungannya, Menkop Puspayoga didampingi Bupati dan Wakil Bupati Banyumas, Achmad Husein, Budhi Setiawan, Kadiskop UMKM Kabupaten Banyumas Yunianto beserta jajarannya, Pembina KBUMP Rubijanto dan Kabag Humas Kemenkop Dharmono.

Mantan Wagub Bali ini menyampaikan bahwa Kemenkop UKM saat ini tengah menyiapkan 65 klaster koperasi pertanian (Koptan) yang tersebar di seluruh Indonesia untuk menjadi sebuah badan ketahanan pangan. Dengan program ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor pangan dari luar negeri.

Menkop UKM menambahkan Dari 65 klaster tersebut, lima daerah diantaranya akan dijadikan sebagai daerah prototipe atau percontohan. Kabupaten Sukabumi sebagai daerah pertama yang sudah berjalan, disusul Demak dan Purwokerto pada hari kemarin. Sedangkan Lampung dan Lumajang direncanakan dimulai pada pekan depan.

Selain itu, ucap Menkop Puspayoga, Nantinya masing-masing prototipe akan diisi oleh 2.400 petani dengan luas lahan yang digarap 1.000 hektare.

Hal ini dilakukan menurutnya untuk memotong rantai rentenir yang berkeliaran dimasyarakat.

Dalam keterangannya, Menkop Puspayoga menilai apa yang telah dicanangkan ini merupakan visi pemerintah dalam mendukung program ketahanan pangan yang digalakkan oleh Presiden Jokowi. Seperti diketahui pada tahun 2018 Presiden Jokowi menargetkan Indonesia akan memasuki era swasembada pangan, ketahanan pangan dan kedaulatan pangan nasional.

Lebih lanjut , Menkop Puspyoga kembali menegaskan bahwa prlunya reformasi koperasi. ” Koperasi itu harus direformasi, apa yang disaran oleh Presiden, gak boleh gini-gini saja. Kalau gak, gak bisa berikan kesejahteraan kepada masyarakat, dan kemiskinan tetap, gini rasio tinggi,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Bupati Banyumas Achmad Husein mengucapkan terima kasih kepada Menkop Puspayoga atas kehadirannya untuk meninjau KBUMP.

Achmad menegaskan bahwa Banyumas siap mendukung program Kemenkop ini karena diharapkan bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakat setempat khususnya petani. “Ada hikmah bagi Banyumas, ada reformasi di bidang pertanian supaya petani lebih sejahtera dan dijamin hidupnya,” jelasnya.

Selanjutnya, Pembina KBUMP, Rubijanto memaparkan bahwa  Berdirinya KBUMP diinisiasi oleh para mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman, sehingga bila ingin berkembang dengan baik, dia meminta pengawasannya perlu melibatkan kementerian.

“Saya berharap dengan kunjungan ini, teman-teman bisa termotovasi dan masukan menteri apa yang bisa dilakukan agar koperasi jadi tulang punggung ekonomi,”¬† harapnya.

RED

EDITOR : INTAN