Ubud Royal Weekend 2016, Menpar Targetkan 1,5 Juta Wisman Jalur Wisata Rempah

TANGKAS – Menteri Pariwisata, Arief Yahya pada Minggu Pagi (29/5) hadir di Puri Saren Ubud, Bali guna menghadiri acara puncak ” Ubud Royal Weekend 2016“.

Dalam kesempatan ini, kehadiran Menpar disambut langsung oleh Tjokorda Gde Putra Sukawati (Tjok Putra /Raja Ubud), Tjokorda Gde Oka Artha Ardana Sukawati (Tjok Ace / Pangeran Ubud), dan Tjokorda Gde Raka Sukawati (Tjok De/Pangeran Ubud).Di Ubud, Menpar tampak hadir didampingi oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata,Dadang R. Ratman,Ketua Tim 10 Destinasi Prioritas Hiramsyah bersama Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali, Drs. Dewa Gde Ngurah Byomantara,M.Ed.

Menpar Arief Yahya menyampaikan  target jumlah wisman dari jalur wisata rempah pada tahun 2019 adalah 1,5 juta wisman dengan rata-rata lama tinggal 10 hari, dan berkontribusi terhadap devisa negara sebesar 2,25 milliar USD (29 Mei 2016).

Menurut Menpar, ada 2 tema jalur wisata rempah yang akan dikembangkan untuk 2 pasar wisman yang berbeda.

“Pertama, Kejayaan Rempah Nusantara untuk pasar Asia dan Kedua, Rempah dan Kedatangan Bangsa Eropa” untuk pasar Eropa,” jelas Menpar saat menjadi pembicara di Ubud Royal Weekend yang mengusung tema ” Wisata Jalur Rempah” seperti yang disampaikan Humas Kemenpar pada Minggu Malam (29/5).

Dalam kesempatan yang sama, Ketua STP Nusa Dua Bali Dewa Byomantara mengutarakan STPNB sebagai salah satu lembaga pendidikan Tinggi Pariwisata di Indonesia harus menindaklanjuti seperti apa yang telah diarahkan oleh Menpar tentang teronosan baru dalam Wisata Jalur Rempah.

Dewa Byomantara menambahkan bahwa STP Nusa Dua Bali terkait hal ini memiliki program study Managemen Perjalanan yang nantinya akan mengkaji lebih dalam tentang Wisata Jalur Rempah yang ada di Indonesia.

“Nantinya, mereka di program study ini akan mengemas sebua tour package untuk para wisatawan guna melakukan tapak tilas jalur rempah yang ada di tanah air,” jelasnya .

Selain itu, Dewa Byo menerangkan lebih lanjut bahwa STP Nusa Dua Bali mempunyai Program Study Management Tata Boga  juga akan banyak dapat menggunakan banyak rempah sebagai bahan dasar untuk berbagai macam varian masakan kunliner Indonesia.

Disisi lain, Hirmansyah Ketua Tim 10 Destinasi Prioritas menyampaikan beberapa hal terkait promosikan potensi besar untuk berinvestasi di 10 Bali Baru yang sedang diprioritaskan pembangunannya kepada para Calon Investor yang diundang pada Indonesia Tourism Lunch 2016 di Puri Lukisan, Ubud, Bali.