Tragedi Mina II, Empat Kontainer Jenazah Belum Dibuka

TANGKAS  – Jumlah kelompok terbang (kloter) yang melaporkan jamaah belum kembali ke pemondokan bertambah dari enam menjadi 11 kloter. Ada enam kloter baru dalam daftar jamaah yang belum kembali ke pemondokan. Sedangkan satu kloter sudah tidak berada dalam daftar, yatu Kloter SUB 36 Embarkasi Surabaya.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Arsyad Hidayat mengatakan ada empat Kontainer yang memuat jenazah korban tragedi di Jalan 204 Mina, Arab Saudi belum dibuka. Menurut informasi, empat kontainer tersebut akan dibawa ke Jeddah.

Arsyad menjelaskan, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sudah memerintahkan agar jumlah tim identifikasi ditambah. Sebelumnya, tim identifikasi terdiri dari empat orang yang berasal dari unsur PPIH Arab Saudi, anggota TNI/Polri, staf Konjen RI di Jeddah, dan tenaga musiman.

Kini tim identifikasi terdiri dari sembilan orang terdiri dari tenaga teknis seperti penambahan anggota TNI/Polri, dokter, dan pakar kesehatan.

PPIH Arab Saudi membagi menjadi dua tim. Dua tim itu akan memfokuskan pencarian di Pemulasaran Jenazah al Muaisim. Jika empat kontainer dipindahkan ke Jeddah maka pencarian juga akan diperluas.

“Tidak hanya terfokus di Makkah, kami juga memfokuskan pencarian tersebut di Jeddah,” ujar Arsyad dalam keterangan resmi Kementerian Agama, Selasa (29/9/2015).

Hingga Selasa pukul 01.00 waktu Arab Saudi, jumlah jamaah haji yang belum kembali ke pemondokan sebanyak 90 orang. Jumlah itu bertambah delapan orang dari data yang semula dilaporkan 82 orang.

 

Arsyad merinci Kloter BTH 14 sebanyak 11 orang atau bertambah tiga orang, Kloter SUB 48 sebanyak 12 orang atau berkurang dua orang dari data sebelumnya, Kloter JKS 61 masih sama dengan data sebelumnya, yaitu 46 orang. Kloter UPG 10 sebanyak lima orang atau masih sama dengan data sebelumnya, dan Kloter SOC 62 sebanyak enam orang atau berkurang satu orang dari data sebelumnya.

Enam kloter baru dalam daftar, yaitu empat orang dari Kloter SUB , seorang dari Kloter BPN 05, Kloter JKG 33 sebanyak seorang, dua orang dari Kloter JKS 21, seorang dari Kloter LOP 09, seorang dari Kloter SUB 34.

 

Tim terus menyisir rumah sakit Arab Saudi dan mengidentifikasi jenazah di al Muaishim. Mulai Senin malam, tim identifikasi juga sudah dapat menghubungi tim forensik dari rumah sakit atau tempat pemulasaaran al Muaisim.

Menurut Arsyad, ini memungkinkan untuk mendapatkan sidik jari jamaah yang sudah dinyatakan meninggal. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat informasi terkait jumlah jamaah haji yang meninggal bisa diketahui,” ungkapnya.

Peristiwa berdesak-desakan di Jalan 204 menyebabkan 1.107 jamaah haji meninggal. Jumlah itu bakal terus bertambah karena masih banyak jenazah yang masih tersimpan dalam kontainer. Hingga Selasa dini hari waktu setempat, jamaah haji wafat mencapai 42 orang.

Arsyad menyebutkan seorang korban yang berhasil diidentifikasi, yaitu Dahlia Sulaiman Hamdan dari Kloter BTH 14 Embarkasi Batam. “Dengan nomor paspor A3689002,” kata dia.

Total jumlah warga negara Indonesia yang wafat dalam tragedi di Mina mencapai 46 orang Terdiri dari 42 jamaah haji Indonesia dan empat pekerja Indonesia di Arab Saudi yang juga sedang berhaji.

Hingga Selasa dini hari, tiga dari sepuluh jamaah yang dirawat sudah kembali ke pemondokan. “Saat ini masih tersisa 7 orang yang dirawat di rumah sakit,” kata dia. Jamaah yang sudah kembali pemondokan berasal dari Kloter BTH 14 Embarkasi Batam, yaitu Zulaiha Lutan Alam, Arninda Idris Usman, dan Fadillah Abdul Karim Nurdin.

Tujuh jamaah lain yang masih dirawat, yaitu Ubaid bin Komaruddin dari kloter JKS 61 dengan nomor paspor B0745300 saat ini dirawat di RSAS Jizrul Mina. Ending bin Rukanda dari kloter JKS 61 dengan nomor paspor B0745297 saat ini dirawat di RSAS Jizrul Mina.

Yusniar Abdul Malik dari kloter MES 7 dengan nomor paspor B1060451 saat ini dirawat di RSAS King Fahd Angkatan Bersenjata di Jeddah. Aam Amalia Rustama, kloter JKS 61 nomor paspor B0929863 dirawat di RS Arofah.

Murtiningsih Neman Sunar Akun, kloter SUB 48 nomor paspor B1225295 dirawat di RS Security Force Awali. Sapuna Muntaha Hedan, kloter SUB 48 nomor paspor B1381244 dirawat di RS. King Abdullah dan kemudian dipindahkan ke RS Jeddah. Maryam Pauli Kiming, kloter UPG 10 nomor paspor B0693505 dirawat di RS Security Force Awali.

NINGSIH

EDITOR : DD BIN