Tol Suramadu, Pengamat : FARA itu “Manahe Ageng Polone Mbuh”, Jangan Bikin Malu Advokat

TANGKASNews – Pengamat hukum dan Politik, Gusti Agung Gede Agung mengatakan tim sukses di kubu Prabowo Sandi dalam Pilpres 2019 , lebih suka mencari popularitas saja dengan bekal pengetahuan yang sangat dangkal.

 

“Timses Prabowo Sandi dominan suka cari sensasi poluparitas dengan IQ jongkok,” ujar advokat senior asal Bali ini di kantornya, Jakarta pada Rabu (31/10).

 

Gusti Agung menanggapi adanya laporan Forum Advokat Rantau (Fara) ke Bawaslu terkait adanya kebijakan Jokowi yang menggratiskan Jembatan Tol Suramadu pada Sabtu (27/10).

 

Dalam laporannya, Fara mengatakan acara peresmian tersebut ada beberapa aksi kampanye Jokowi Maaruf secara terselubung.

 

Ruby Cahyadi , Anggota Fara mengatakan saat peresmian terlihat beberapa mengacungkan salam satu jari dan itu dikatakan sebagai kampanye terselubung.

 

Lebih lanjut , Gusti Agung mengatakan Fara ini merupakan forum advokat yang telah bekerja puluhan tahun, kenapa pola pikirnya sedangkal itu.

 

“Saya juga advokat lo… tapi gak terlintas punya pemikiran akan aksi salam satu jari, gak sepatutnya seorang advokat punya pola pikir seperti demikian. FARA ini advokat apa buzzer kampanye Pilpres ,” ungkap Gusti Agung.

 

“Kalau orang bali bilang Fara itu Manahe Ageng polone mbuh, punya keinginan tenar tapi kemampuan minim. ” sambungnya.

 

Gusti Agung mengutarakan kebijakan digratiskannya Jembatan Tol Suramadu itu khan guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Madura. ” Itu kebijakan pemerintah , dan gak neko neko untuk pertumbuhan ekonomi Madura, bok mikir yang cerdas jangan bikin malu advokat,” pungkasnya.

 

Red

Editor : Intan