Tiga Tahun Perjalanan Kendaraan Pedesaan Mahesa Bersama PDIP Menembus Pintu Istana

TANGKASNews –  Era kepemimpinan Presiden Jokowi banyak prestasi yang di tunjukan berbagai sektor pertumbuhan, baik infrastruktur, ekonomi nasional, Industri, Pariwisata dan Pendidikan.

 

Khususnya di Sektor Industri Otomotif Nasional, era Jokowi – JK ini berhasil melahirkan Kendaraan Pedesaan baik generasi Pertama dan Kedua tepat di tiga tahun kepemimpinan Presiden Jokowi.

 

Mahesa Nusantara, Kendaraan Pedesaan Generasi Kedua ini sebagai alhasil kerjasama Kementerian Perindustrian dengan Institut Otomotif Indonesia (IOI) yang  telah mendapat restu pengembangannya dari Presiden Jokowi  melewati proses perjuangan cukup panjang.

 

Berawal di akhir tahun 2014 , beberapa bulan Jokowi resmi menjadi Presiden RI Ketujuh , perjalanan Mahesa Nusantara ini dimulai dan digaungkan pertama kali oleh Ir. Made Dana M Tangkas, Msi yang saat itu masih menjabat sebagai Direktur Eksternal PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).

 

Wacana Kendes Mahesa ini perdana dibahas di Gedung Kementerian Koperasi dan UKM , antara Menkop AAGN Puspayoga dengan Made Dana Tangkas yang kini menduduki Jabatan Sebagai Presiden IOI Kemenperin bersama Tim dari Relawan Pos Raya sebagai salah satu organisasi sayap dari PDIP  dan Pro – Jokowi.

 

Alhasil pertemuan saat itu, Menkop Puspayoga menyambut positif usulan dari Made Dana Tangkas akan adanya pengembangan Mobil Pedesaan guna mendukung swasembada panggan yag sesuai dengan janji nawacita Presiden Jokowi.

 

“Perlu segera ditindak lanjuti ke kementerian Industri, Dan selanjutnya bersama sama kementerian industri agar diajukan konsep dan disposisi kepada Presiden Republik Indonesia Jokowidodo, ” ujar Menkop Puspayoga dikutip dalam artikel di kompasiana .com tertanggal 15 Januari 2015.

 

“Bagus, Ide ini harus segera direalisasikan sebagai program membantu swasembada pangan” tegasnya.

 

Selanjutnya , Kendes Mahesa pertama kali mengetuk pintu Kementerian Perindustrian dan dibahas bersama tim Dirjen Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (UBTT) lantai XII gedung Kemenperin , Jakarta pada Awal Tahun 2015. Saat itu pembahasan Kendes Mahesa Nusantara ini sepengetahuan Budi Darmadi yang menjabat sebagai Dirjen UBTT Kemenperin.

 

Berjalan seiring waktu, Surat rekomendasi pengembangan Kendes Mahesa ini diajukan atas nama Relawan Pos Raya kepada Presiden Jokowi melalui kantor Sekretaris Negara dan Ketua Umum PDIP , Megawati Soekarnoputri di awal tahun 2015.

 

Pengajuan surat rekomendasi Pos Raya ink kepada Presiden Jokowi, awalnya berharap dengan terealisasinya proyek Kendaraan Nasional ini setidaknya mendapatkan tempat untuk memberdayakan para anggota Relawan Pos Raya sesuai bakat dan kemampuannya masing masing sebagai feedback dari keberhasilannya dalam memenangkam Jokowi menjadi Presiden Ketujuh RI dalam Pilpres 2014 lalu.

 

Setahun perbincangan Kendes ini menghilang hingga pada 20 Mei 2016, Made Dana Tangkas mendeklarasikan berdirinya IOI menjadi sebagai lembaga thinker nya pemerintah dibawah naungan Kemenperin.  Peresmian berdirinya IOI ini berlangsung di Gedung Kemenperin yang disaksikan beberapa pejabat eselon .

 

Berdirinya IOI pada tahun 2016 ini  kembali menghidupkan gaung wacana Kendes bersama tim dan ahli otomotif nasional untuk semangat mewujudkan moda transportasi desa multiguna guna membantu meningkatkan perekonomian masyarakat desa.

 

Presiden IOI sebagai penggagas Kendes Mahesa Nusantara selama satu tahun mencanangkan beberapa agenda dalam keberhasilan menciptakan Kendaraan Pedesaan ini agar benar benar menjadi sebuah produk nyata yang mempunyai arti bagi pertumbuhan ekonomi nasional rakyat Indonesia.

 

Agenda 2016-2017 Kendes Mahesa Nusantara ini diantaranya, mulai dari lomba desain prototype Kendes dengan bersinergi dengan beberapa perguruan tinggi, FGD Kendes Mahesa yang bekerjasama dengan Forum Wartawan Industri (Forwin) milik Kemenperin, Bedah Kendes Mahesa bersama para ahli otomotif dari beberapa supplier dan APM serta pejabat eselon  Kemenperin, hingga akhirnya gagasan Kendaraan Pedesaan dari Made Dana Tangkas diadopsi oleh pemilik Bengkel Kiat Motor, bapak Sukiyat Klaten Jawa Tengah.

 

Sejak bergabungnya Sukiyat pemilik dan pengelola Kiat Motor , Klaten dalam proyek ini, Kendes Mahesa mulai menunjukan titik terang. Kita ketahui , Kiat Motor juga menjadi salah satu pengembang Mobil Esemka saat Jokowi masih menjabat sebagai Walikota Solo.

 

Dan akhirnya pada Bulan Agustus 2017, kendaraan Pedesaan hasil kerjasama Kemenperin , IOI, dan Kiat Motor serta dibantu para expert dari PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) ini resmi diberi nama Kendaraan Pedesaan Mahesa Nusantara dengan menghadirkan tiga jenis prototype .

 

Panjangnya perjalanan Kendaraan Pedesaan Mahesa Nusantara yang digagas Made Dana Tangkas ini mulai mendapat perhatian dari pihak istana sejak kendes ini diadopsi pihak Kiat Motor yang dikatakan mempunyai kedekatan dengan Kepala Negara, Jokowi.

 

Tepatnya 17 September 2017, Mahesa Nusantara ini berhasil membuka pintu istana ditandai dengan Kunjungan Presiden Jokowi ke Bengkel Kiat Motor , Kalten guna meninjau beberapa jenis prototype Kendes tersebut.

 

Dalam keterangannya , Presiden Jokowi menyampaikan  tugas pemerintah adalah memberikan dorongan agar gagasan seperti Mahesa agar bisa masuk pasar.

 

“Dan saya akan dorong ini agar melakukan sertifikasi, uji emisi, dan kalau selesai ‘bussines plan’ harus sudah jelas dipasarkan kepada siapa, harganya berapa, apakah bisa bersaing dengan produk dari misalnya China, Korea, Jepang, karena ini masalah persaingan di pasar. Tetapi apapun, pemerintah harus mendorong, harus mendukung produk-produk dalam negeri seperti ini,” terang Presiden Jokowi.

 

Seperti pepatah mengatakan ” Tak ada Asap bila tidak ada api, ” begitulah perjalanan Kendes Mahesa Nusantara ini.  Begitu pula , Presiden Jokowi tak akan melirik proyek Mahesa Nusantara ini apabila tidak rekomendasi dari pihak pihak yang mendapatkan  kepercayaan dari istana.

 

PDIP Tarik Dukungan Pengembangan Mahesa Nusantara.

 

Iwan Siswo selaku Ketua umum Relawan Pos Raya DPC Bogor dan sekaligus sebagai Kader PDIP menyatakan akan menarik surat rekomendasi dukungan pengembangan Kendaraan Pedesaan Mahesa Nusantara.

 

Iwan menuturkan surat rekomendasi pengembangan Kendaraan Pedesaan Mahesa Nusantara ini masuk ke istana pada akhir 2014 beserta proposal lengkap melalui Ketua Umum Pos Raya, Ferdy Semaun yang kini menjabat sebagai salah satu Direktur BUMN .

 

“Gimana Ceritanya ini para pengembang dan penggagas Mahesa ini meninggalkan Relawan Pos Raya disaat proyek Kendes ini jalan dan mendapat restu dari Presiden Jokowi, Maunya Apa ?? ” ujar Iwan dalam wawancara singkat di Jakarta , Jumat (24/11) sore.

 

Iwan menambahkan pencabutan surat rekomendasi dukungan pengembangan Kendes Mahesa ini tengah disusun dan dirundingkan dengan pihak istana yang turut membantu dalam proses negoisasi kepada Presiden Jokowi.  ” Mungkin bulan Desember sambil menunggu jadwal dari Presiden Jokowi untuk dapat bertemu langsung membahas soal ini, ” ucap Iwan.

 

Iwan mengakui para tim Relawan pos Raya ini dalam proses pengerjaan yang bersifat teknis tidak turut berkecimpung, namun para relawan hanya membukakan pintu dan memantau agar proyek ini mendapat perhatian langsung dari Presiden Jokowi.

 

“Tugas para relawan berdasarkan instruksi Presiden adalah memberikan laporan segala hal yang menyangkut pertumbuhan ekonomi nasional dan merubah nasib rakyat Indonesia menjadi lebih baik, ” tutur Iwan.

 

Pasalnya, tegas Iwan, perjalanan tiga tahun Kendes Mahesa hingga ke pintu Istana , banyak hal yang tidak bisa disampaikan ke publik dalam proses negoisasi hingga mendapatkan tanggapan baik dari Istana maupun refrensi Ketua Umum PDIP Megawati.

 

Kendati demikian, surat pencabutan rekomendasi bukan berarti untuk membatalkan proyek pengembangan Kendes Mahesa ini, apalagi ini sudah melibatkan pihak pemerintah dengan beberapa kementerian dan pihak swasta yang berkompeten. ” Kami bukan kumpulan orang yang bersifat egois dan akan mengecewakan banyak pihak, ” ujar Iwan .

 

Hal yang terpenting bagi kami (Pos Raya) adalah komitmen dari pihak pihak yang ingin bekerja sama dan bukan janji janji busuk seorang pemimpin yang cerdas . “Semuanya nanti akan kami kembalikan kepada putusan Presiden Jokowi dan tim di Istana yang mengetahui perjalanan dalam memperjuangkan pengembangan Mahesa , ” jelasnya.

 

Karena menurut kami (Pos Raya) , tutp Iwan, Kendes Mahesa Nusantara merupakan karya putra bangsa yang patut mendapatkan apresiasi semua pihak sebagai bukti adanya pertumbuhan Industri Otomotif Nasional Era kepemimpinan Presiden Jokowi, walaupun dibalik Kendes Mahesa ini masih dipegang pihak Toyota Indonesia untuk proses produksinya.

 

” Kami hanya kumpulan para relawan yang bekerja setia mendukung perjalanan karir Jokowidodo sejak menjabat menjadi Gubernur DKI hingga kini menjadi Presiden dalam rangka melakukan upaya perubahan bagi bangsa dan Negara, ” pungkasnya.

 

Red

Editor : Intan