Tiga Kali Erupsi, PVMBG : Waspada Bahaya Sekunder Lahar Gunung Agung

TANGKASNews – Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pemantauan Gunung Api Wilayah Timur PVMBG Devy Kamil Syahbana mengatakan Gunung Agung mengalami tiga kali erupsi dengan ketinggian abu saat letusan pertama sekitar 1.500 meter dari kawah gunung itu dan 700 meter pada dua letusan lanjutan.

 

“Meski terjadi erupsi, energinya per saat ini belum tinggi. Tren selanjutnya akan kami ikuti,” ¬†ujarnya di Denpasar, Selasa (24/7).

 

PVMBG , terangnya, mencatat erupsi pertama pada Selasa di gunung setinggi 3.142 meter di atas permukaan laut itu, terjadi pada pukul 12.52 Wita dengan ketinggian kolom abu sekitar 1.500 meter di atas puncak.

 

Kendati demikian, Devy mengutarakan Bandara Ngurah Rai Bali beroperasi normal.

 

“Saat ini status aktivitas vulkanik Gunung Agung masih siaga atau level III,” ujarnya.

 

PVMBG , ujarnya, mengimbau masyarakat dan wisatawan tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di zona perkiraan bahaya, yaitu di seluruh area di dalam radius empat kilometer dari kawah puncak Gunung Agung.

 

Selain itu, Devy menambahkan masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder, berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi, terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak.

 

“Area aliran lahar hujan itu, mengikuti aliran sungai yang airnya berhulu di Gunung Agung,” pungkasnya.

 

Red

Editor : Intan