Tetap Waspada, PMVBG : Gempa Gunung Agung Menurun, Magma Sudah Mulai Naik

TANGKASNews – Penyumbatan lava yang terbentuk dalam perut Gunung Agung, menyebabkan gempa tremor non harmonic yang terjadi tidak diikuti letusan .

 

Hal ini disampaikan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani  menjadi penyebab utama Gunung Agung lama tidak mengalami erupsi sejak ditetapkan status Awas pada 22 September 2017 lalu.

 

Selanjutnya Kasbani menuturkan perkembangan situasi Gunung Agung saat ini dengan menyampaikan didapati data dan informasi bahwa telah terjadi fraktuasi atau perekahan-perekahan yang sangat intensif di bawah perut Gunung tertinggi di Bali tersebut.

 

Kasbani menjelaskan Fraktuasi itu adalah jalur perkembangan fluida magma untuk dapat keluar ke permukaan gunung berapi. “Jadi, jalur-jalur perkembangan fluida  (di Gunung Agung) itu sudah terbentuk cukup banyak,”  ujarya di Karangasem Bali, Minggu (22/10).

 

Kasbani menekankan bahwa sumbatan lava yang menghalangi perjalanan magma selama ini telah berhasil dihancurkan.

 

Seperti kita ketahui , Gunung tertinggi di Bali ini telah lama tertidur , sejak terakhir mengalami erupsi pada tahun 1963 lalu.

 

Kasbani menuturkan jumlah gempa yang terjadi selama 1 bulan ditetapkannya status Gunung Agung ini sebanyak 25 ribu kali gempa vulkanik, namun hingga kini belum juga terjadi letusan .

 

“Di dalam gunung tersumbat. Untuk mengeluarkan sumbat butuh energi besar. Nah itu mengapa di awal-awal gempanya besar dan banyak dan membentuk rekahan-rekahan. Itu semua diterjemahkan ke dalam data-data gempa vulkanik dan deformasi,”  terangnya.

 

“Dari perhitungan kami, analisis kami, sudah berada di jarak 4 kilometer di tubuhnya yang tadinya jauh berada di bawah. Itu berdasarkan analisis GPS tadi sudah semakin naik. Ditunjukkan oleh adanya up-lifting, juga gempa-gempa yang terjadi,” tutupnya

 

 

Gung Intan ( Tangkas Bali)

Editor :Intan