Terbitnya UU LKM Mempertegas Lembaga Keuangan Beragam

TANGKAS – Undang-undang Nomor 1 Tahun 2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro (LKM) menjadi sebuah kabar gembira untuk masyarakat tentang kemudahan memperoleh pinjaman dari perbankan. Hadirnya UU LKM ini mempertegas aspek hukum terhadap lembaga keuangan yang beraneka ragam.

“Terbitnya UU ini untuk memberikan status kejelasan pada LKM, karena saat ini sekitar 600ribu Lembaga keuangan mikro yang belum memiliki izin,” katanya di dalam sambutan Diskusi Nasional “Revitalisasi BTM Pasca Terbitnya UU No 1 Tahun 2013.”

Demikian yang disampaikan oleh Asisten Deputi Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM, Salekan dalam acara diskusi nasional yang digelar Media Teropong Senayan bertajuk “Revitalisasi BTM Pasca Terbitnya UU No 1 Tahun 2013” di SME Tower Jakarta, Selasa (29/11) siang.

Salekan menambahkan baik yang berdasarkan UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang Koperasi yang jadi acuan Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) dan digadang-gadang mampu menyejahterakan umat.

“Koperasi jasa maupun koperasi yang berdasarkan UU Nomor 1 tahun 2013 pengesahan akte pendiriannya disahkan oleh Menteri Koperasi dan UMKM, termasuk pembinaan, pengawasan, dan kelembagaannya, artinya apa? koperasi LKM misalnya seluruh kepengurunannya seperti anggotanya, anggaran dasarnya, dilihat langsung oleh Kementerian Koperasi dan UMKM, bener tidak pengurusnya.”  terangnya.

Menurut Salekan , Saat ini anggota yang bernaung di BTM bisa menentukan pilihannya, mau lewat koperasi simpan pinjam atau koperasi jasa.

“Berdasarkan UU Nomor 25 kita masih bisa memilih, pilih koperasi simpan pinjam, bisa yang konvensional atau syariah. Nah, jika pilihannya ke koperasi simpan pinjam dengan pelayanan syariah ini harus ada dalam dewan pengawasan syariah. karena di sana ada landasan Al-Quran dan Hadist” tutupnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua panitia diskusi nasional Agus Yuliawan yang juga anggota pengurus Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah menyampaikan bahwa BTM merupakan sebagai sebuah Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di sektor keuangan mikro berbasis koperasi syariah yang selama ini sudah mampu memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

“ini dibuktikan dengan hadirnya BTM-BTM di empat provinsi yang maju dengan pesat, yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, dan Lampung.” ujarnya.

“Saat ini hadirnya BTM dapat memacu lahirnya semangat kewirausahaan di lingkungan Muhammadiyah dalam menumbuhkan sektor riil serta menghambat capital outflow di daerah.” terangnya.

 

RED
EDITOR : INTAN