Sri Mulyani Angkat Bicara Soal Tudingan Anggaran Bocor 500 T

TANGKASNews – Menteri Keuangan , Sri Mulyani angkat bicara terkait adanya tudingan kebocoran anggaran sebesar Rp 500 T atau 25 persen dari APBN.

 

Menurutnya, jika terkadi kebocoran anggaran atau kesalahan dalam penggunaan anggaran, maka Kementerian Keuangan mempunyai mekanisme.

 

“Apabila terdapat tindak korupsi atau kebocoran anggaran maka mekanisme penanggulangannya adalah dikenakan hukuman sesuai aturan yang berlaku,” ujar Sri Mulyani dilansir dari laman Kemenkeu.go.id.

 

Sri Mulyani menambahkan kesalahan atau kebocoran anggaran akan mengarah kepada tindak korupsi dan itu ada sangsi hukumnya.

 

“Kalau seandainya ada yang concern mengenai penggunaan anggaran yang salah atau korupsi, kita memiliki mekanisme. Korupsi kalau kemudian tertangkap oleh KPK, oleh Kejaksaan oleh Kepolisian, yaitu dijalankan proses hukumnya,” terangnya.

 

Lebih lanjut Sri Mulyani menjelaskan mekanisme pembuatan APBN dari awal hingga proses pelaporan pasca pelaksanaannya tiap tahun anggaran.

 

“APBN dibuatnya tidak tiba-tiba dibawa Menteri Keuangan ke DPR dan diketok (disahkan). Prosesnya, bulan Maret kita membuat kebijakan ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal. Kita diskusikan dengan Dewan (DPR). Kita bikin asumsi makronya kemudian didiskusikan lagi. Kemudian kita membahas amplop besarnya,” paparnya.

 

Kemudian proses selanjutnya,Menkeu menuturkan Presiden membuat Nota Keuangan, menyampaikan bulan Agustus. Kemudian dibahas intensif Agustus sampai akhir Oktober. Semua bagian dilihat. Penerimaan negara, belanja negara, defisit, utang, pembiayaan.

 

“Jadi, termasuk postur APBN, berapa target penerimaan, berapa belanja negara, berapa tambahan utang tiap tahun, defisitnya bagaimana membiayai, itu semua dibahas. Begitu diketok, itu menjadi Undang-Undang yang melandasi kita bekerja” jelasnya.

 

Di tempat terpisah , Calon Presiden 01 , Jokowi mempertanyakan hitungan dari kebocoran anggaran sebesar Rp 500 T yang dilontarkan Capres 02 Prabowo Subiyanto.

 

” Itu Rp 500 T,dapatnya dari mana, hitungannya dari mana,? ” ucap Jokowi dalam gelar acara deklarasi Alumni Jakarta bersatu di Istora Senayan Jakarta, Ahad (10/2).

 

“Semua anggaran dan pengeluaran negara itu sudah didiskusikan dan disetujui semua fraksi di DPR RI. Jangan sampai anggaran yang telah disepakati dan ditandatangani seluruh Fraksi DPR baru nyusul ada tudingan anggaran bocor ,…bocor..bocor

..bocor….bocor..!”  pungkas Jokowi.

 

Red

Editor : Intan