Sinergi STP Nusa Dua Bali Menuju Target Pariwisata 2019

TANGKAS – Presiden Jokowidodo dalam Rapat Kerja Terbatas Oktober 2015 lalu telah menetapkan bahwa proyeksi tagert kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) mencapai 12 juta di tahun 2016. (baca : Tahun depan, Pemerintah Targetkan kenaikan kunjungan Wisman).

Selain itu, Presiden Jokowidodo telah menetapkan pariwisata sebagai sektor andalan yang harus didukung oleh semua sektor lain terutama sektor infrastruktur dan transportasi dalam mempercepat tercapainya target pariwisata 2019.   Presiden menetapkan target pariwisata  dalam lima tahun ke depan atau 2019 harus naik dua kali lipat, yakni; memberikan kontribusi pada PDB nasional sebesar 8%, devisa yang dihasilkan Rp 280 triliun,  menciptakan lapangan kerja di bidang pariwisata  sebanyak 13 juta orang, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) 20 juta  dan pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) 275 juta, serta indeks daya saing pariwisata Indonesia berada di ranking 30 dunia, sementara target tahun 2016 adalah 12  juta kunjungan wisman dan 260 juta pergerakan wisnus,  kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional  sebesar 5%, serta   jumlah lapangan kerja yang diciptakan sebanyak 11,7 juta tenaga kerja.

Sehingga, Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan  kunci keberhasilan pembangunan kepariwisataan nasional tidak lepas dari peran serta semua pemangku kepentingan (stakeholder); kalangan pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, media dan praktisi maupun komunitas pariwisata (Penta Helix).

Pernyataan ini disampaikan Menpar dalam acara pembukaan  Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kementerian Pariwisata ke II dengan tema upaya meningkatkan sinergisitas antara Pusat dan Daerah dalam rangka percepatan pembangunan kepariwisataan nasional untuk mewujudkan tercapainya  target  pariwisata  2016  hingga  2019. Acara ini bertajuk ” Rakornas Kepariwisataan “Sinergi Pusat Daerah Menuju 12 Juta Wisman dan 260 Juta Wisnus Tahun 2016” dilaksanakan  di JCC Jakarta pada (28 – 29/4).

“Membangun sinergisitas yang baik dengan semua stakeholder pariwisata ini menjadi kunci dalam mewujudkan target 2016 hingga 2019 mendatang,” tegas Arif Yahya.

Terkait pernyataan ini, Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali (STPNB) telah mempersiapkan beberapa langkah konservatif dalam program sinergi menuju Target Pariwisata 2016 – 2019.

Drs. DEWA GEDE NGURAH BYOMANTARA, M.Ed, Ketua STP Nusa Dua Bali mengatakan sebagai lembaga pendidikan tinggi Pariwisata pemerintah akan fokus dalam mempersiapkan tenaga tenaga profesional dan melakukan pembinaan kepada lembaga pendidikan khususnya di bidang pariwisata.

Drs. DEWA GEDE NGURAH BYOMANTARA, M.Ed, Ketua STP Negeri Bali saat berada di Ruang Kerja Ketua STP Bandung, Anang Sutono pada 21 April 2016
Drs. DEWA GEDE NGURAH BYOMANTARA, M.Ed, Ketua STP Negeri Bali saat berada di Ruang Kerja Ketua STP Bandung, Anang Sutono pada 21 April 2016

Dewa Byomantara menjelaskan pihak Kementerian Pariwisata juga telah memberikan ruang kapling kepada STP Nusa Dua Bali untuk melakukan pengembangan pengelolaan  pariwisata diantaranya di daerah Ijen, Bromo, Tengger, Malang dan sekitarnya, Banyuwangi, Bali, Lombok khususnya di daerah Mandalika, dan Flores Khusus daerah Labuan Bajo.

” Kami dari STPNB telah menyiapkan beberapa langkah sinergi , baik yang telah dilaksanakan ataupun akan dilaksanakan “, ujar Dewa Byomantara dalam keterangannya yang disampaikan pada Malam Minggu (30/4).

Menurut Ketua STPNB ini, beberapa langkah sinergi dalam menuju target Pariwisata 2016 – 2019 diantranya,

Pertama, STPNB melakukan pembinaan terhadap pengelola home stay dan spa di wilayah Batu, Malang Jawa Timur. ” Kedepannya pemibinaan ini akan lebih ditingkatkan lagi” ujarnya.

Kedua, STPNB telah melakukan kerjasama nota kesepahaman (MoU) dengan Kabupaten Banyuwangi dalam “Capacity Building”. Dewa Byomantara menuturkan hal yang telah dilakukannya dengan melakukan pembinaan kepada pengelola warung dan restaurant kecil untuk dapat menyajikan makanan makanan Eropa sebagai pilihan lain bagi Wisatawan. Selain itu, Dewa Byomantara juga memaparkan pihaknya telah melakukan kerjasama dengan politeknik Banyuwangi dalam pengembangan kurikulum mahasiswa dan peningkatan potensi para dosen, sehingga menghasilkan lulusan yang berkualitas.

Ketiga, Khusus wilayah Lombok dan NTB akan didirikan Politeknik Negeri Lombok yang ditujukan untuk menunjang kebutuhan tenaga kerja yang profesional di bidang pariwisata. Selain itu, Ketua STPNB menjelaskan pihaknya telah melakukan kerjasama dan bersinergi dengan beberapa lembaga pendidikan pariwisata yang berada di Wilayah Lombok untuk bersama sama meningkatkan kualitas pendidikan.

Keempat, Di Wilayah Flores khususnya Labuan Bajo, pihak STPNB akan melakukan penandatangan kesepahaman (MoU) dengan Kabupaten Manggarai Barat guna membantu peningkatan kualitas SDM di wilayah Nusa Tenggara Timur. ” 3 April lalu, kami melakukan pembinaan bagi guru guru SMK dalam bidang Kepariwisataan untuk meningkatkan kompetensi dalam mengajarkan kepariwisataan,” tutur Dewa Byomantara. Lebih lanjut Ketua STPNB ini mengatakan pihaknya juga melakukan kerjasama dengan Swiss Contact dalam pengembangan destinasi di labuan bajo sebagai langkah persiapan diri ditahun kedepan STPNB dalam mengambil alih peran Swiscontact, sehingga pembangunan didaerah ini akan tetap berjalan.

Terakhir, khususnya di Pulau Bali Dewa Byomantara menjelaskan STPNB fokus dengan pembinaan pengembangan desa wisata di masing masing kabupaten. Selain itu, dilakukan pembinaan kepada lembaga pendidikan swasta agar mempunyai lulusan yang potensi dan berdaya saing.

“Pembinaan dan pengembangan desa wisata di Bali bertujuan agar masyarakat destinasi mampu merasakan atau menyentuh langsung dampak positif dari pariwisata”, tegas Dewa Byomantara.

 

RED
EDITOR : DD BIN