Sidik Teroris, DPR Tidak Setuju Polri Sita Al quran

TANGKASNews -“Menyita Alquran untuk kepentingan penyidikan, merupakan tindakan yang tak pantas dan tak bisa dibenarkan.”

 

Demikian yang disampaikan Wakil Ketua DPR, Fadli Zon di Jakarta, Ahad (20/5) dengan menyatakan DPR sangat tidak setuju jika kepolisian menyita Alquran untuk keperluan penyidikan aksi terorisme.

 

Kendati demikian , adanya isu penyitaan Alquran ini sebagai berita Hoaks, Fadli meminta kepada pihak Polri agar memberikan keterangan resmi kepada publik , seperti contoh terkait kasus terpidana Masykur Rahmat bin Mahmud di Aceh.

 

DPR, sambung Fadli jug meminta kepada Polri untuk melakukan evaluasi atas tindakan dilapangan dengan penanganan beberapa kasus Terorisme yang melakukan penyitaaan Alquran sebagai barang bukti .

 

“Jadi, petisi masyarakat tersebut ada dasarnya. Sehingga, Polri harus merespons petisi masyarakat tersebut dengan serius. Bahkan, Polri harus menjelaskan, kenapa Alquran kerap disita dan dijadikan barang bukti oleh aparatnya,” jelasnya.

 

“Sebagai kitab suci, Alquran tak bisa dijadikan barang bukti yang disita. Jika penyidik menyita Alquran sebagai barang bukti, sama saja penyidik ingin mengatakan ada hubungan antara Alquran dan tindak pidana terorisme. Itu logika yang keliru, dan sangat melecehkan,” ¬†tutupnya.

 

Red

Editor : Intan