Sidang Ahok, Tim Advokasi Bhinneka Tunggal Ika Minta Dakwaan JPU Dibatalkan

TANGKAS – Tim Advokasi Bhinneka Tunggal Ika selaku tim kuasa hukum Cagub DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tengah membacakan dakwaan pembelaan atas kasus dugaan penistaan agama yang digelar di Gedung PN Jakarta Utara, Selasa (13/12).

Ketua Tim Advokasi Bhinneka Tinggal Ika BTP, Sirra Prayuna menyampaikan bahwa sebanyak 20 anggota tim kuasa hukum hadir mendampingi ahok dalam sidang perdana pada hari ini.

Dalam dakwaan pembelaannya, Tim Advokasi Bhinneka Tunggal Ika ini meminta agar dakwaan Jaksa penuntut umum dibatalkan. Karena dakwaan tersebut dinilai tidak jelas.

“Dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas tuduhan kasus penistaan agama kepada Ahok tidak jelas akan subjeknya,” ujar salah satu anggota Tim Advokasi Bhinneka Tunggal Ika di dalam ruang sidang tersebut.

Disebutkan pula, Dakwaan JPU tersebut tidak disebutkan pihak pihak yang jelas dirugikan atas ucapan ahok dalam kunjungannnya di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016 lalu. ” Tidak ada warga Kepulauan Seribu yang melaporkan atas ucapan ahok tersebut yang dinilai telah melakukan penistaan agama,” imbuhnya.

Dalam dakwaan tersebut, Tim Advokasi Ahok juga menyebutkan bahwa kasus penistaan agama ahok ini telah mengembalikan rasa Bhinneka Tunggal Ika bangsa Indonesia tumbuh kembali, hal ini ditunjukan dengan adanya aksi 212 dan 412.

Akhirnya, Tim Advokasi Bhinneka Tunggal Ika menuntut beberapa eksepsi kepada majelis hakim, diantaranya membatalkan dakwaan jaksa penuntut umum, mengembalikan hak hak terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai WNI, dan membebankan biaya sidang kepada JPU atas kasus penistaan agama Ahok.

Majelis Hakim dalam sidang ini memutuskan menunda sidang kasus penistaan agama Ahok ini hingga Selasa Pekan Depan (20/12) sebagai tanggapan JPU atas keberatan dari Tim Advokasi Bhinneka Tunggal Ika.

RED
EDITOR : INTAN