Setnov Sebut Gandjar Telah Terima Uang Pelicin Proyek E KTP

TANGKASNews – Mantan Ketua DPR, Setya Novanto menyebutkan Gubernur Jawa Tengah Gandjar Pranowo pernah menerima uang pelicin proyek pengadaan E-KTP sekitar bulan September saat itu sebesar 500 Ribu Dolar AS.

 

Keterangan ini disampaikan Setnov dalam sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (8/2) bertindak sebagai terdakwa kasus korupsi E KTP.

 

“Saat almarhum Mustoko Weni dan Ignatius Mulyono ketemu saya, menyampaikan telah berikan uang dari Andi untuk dibagikan ke komisi II dan banggar DPR dan disebut namanya Pak Ganjar,” terangnya dalam sidang.

 

Setnov dalam keterangannya mengaku pernah dilaporkan oleh anggota Komisi II DPR Mustoko Weni dan Ignatius Mulyono bahwa uang pelicin proyek e-KTP dari pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong sudah sampai ke tangan anggota fraksi PDIP, Ganjar Pranowo.

 

“Andi telah memberikan bantuan dana untuk teman-teman Komisi 2, Banggar DPR dan untuk Pak Ganjar sekitar bulan September 500 ribu dolar AS, itu disampaikan Andi kepada saya,” imbuhnya.

 

Bukan itu saja, keterangan ini dipertegas dengan mengatakan bahwa dirinya (Setnov red) pernah bertemu dengan Gandjar di Bandara Ngurah Rai Bali untuk menanyakan kepastian uang pelicin tersebut.

 

“Untuk itu saya ketemu, karena penasaran saya tanyakan apakah sudah selesai dari teman-teman? Pak Ganjar waktu menjawab ‘ya, semuanya yang tahu urusannya Pak Chairuman’ jadi itu saja yang saya perlu,” ucap Mantan Ketua Golkar ini seraya menirukan perkataan Gandjar waktu itu.

 

Menanggapi tudingan ini, Gandjar Pranowo mengutarakan pernyataan itu sama sekali tidak benar . Gandjar tetap bersikukuh tak pernah menerima uang e-KTP

 

Gandjar menambahkan dirinya mengakui Mustoko Weni memang pernah menjanjikan kepadanya untuk memberikan uang namun ia menolaknya.

 

“Andi Narogong sudah omong dia tidak berikan kepada saya, hal itu diketahui saat persidangan waktu dia buat pledoi, maka yang disampaikan bohong. Kedua Bu Mustoko Weni sampaikan kepada saya tapi saya tolak. Miryam Haryani di dalam penyidikan kemarin dikonfrontasi dengan saya dia bilang ternyata saya memang menolak,” ┬átegas Cagub Jateng dari PDIP membantah tudingan Setnov.

 

Red

Editor : Intan