Setnov Pakai Infus Bayi, KPK Diminta Segera Panggil Rs Permata Hijau

TANGKASNews – “Kami doakan semoga Bapak Setnov lekas sembuh dari musibah yg beliau alami. Hanya saran sedikit buat tmn2 sejawat yg bertugas merawat beliau mungkin jarum infusnya perlu diganti utk yg dewasa karena setahu kami yg dipakai kami lihat seperti utk bayi/anak. Saya yakin rumah sakit sebesar itu punya stok jarum infus utk dewasa,”.

 

Demikian yang diuanggah dr. Wahyu Triasmara (Dokter Sahabat Anda) dalam akun media sosialnya pada Jumat (17/11) petang yang berhasil mendapatkan mendapat like 11 ribu dan 22.673 kali dibagikan.

 

Dalam akunnya, Dr Wahyu mengatakan tidak seharusnya Setnov dipasangkan jarum infus yang berwarna kuning dan khusus dipergunakan untuk Bayi buksn dewasa.

 

Ini menjadi salah satu dari beberapa deretan kejanggalan dalam kecelakaan Setya Novanto di wilayah Simprug Jakarta Selatan setelah menyandang status Buronan KPK atas kasus korupsi EKTP.

 

Sebelumnya juga dikabarkan lantai 3 Rs Permata Hijau pertama kali Setya Novanto dirawat pasca kecelakaan dinyatakan telah dibooking sehari sebelum terjadinya kecelakaan.

 

Menanggapi hal ini, Politisi PDIP , Iwan Siswo meminta KPK melakukan investigasi terhadap pihak manajemen Rs. Permata Hijau.

 

“KPK perlu melakukan pemanggilan pihak Rs. PERMATA HIJAU untuk memastikan tidak ada rekayasa dalam kecelakaan Setnov, ”  tutur Iwan di Jakarta, Sabtu (18/11) siang.

 

Iwan menyatakan banyak hal soalnya yang telah membuktikan kejadian kecelakaan Setnov itu direkayasa, baik dari hasil olah TKP pihak kepolisian, kondisi toyota fortuner , hingga hasil diagnosa dokter atas Setnov yang disampaikan menyatakan gegar otak dan benjol sebesar bakpao.

 

“Jika terbukti ada kerjasama antara Setnov dengan pihak Rs Permata Hijau, maka dokter yang menangani saat itu hingga Rumah sakitnya patut dikenai sangsi, ”  ucap Iwan.

 

” Masa rumah sakit sebesar itu bisa salah pasang kelas infus, kok Setnov bisa dipasang Infus Bayi, khan lucu,?”  Imbuhnya.

 

Hal senada disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang meminta juga KPK memeriksa Rs Permata Hijau tempat awal Setnov dirawat sebelum kini dipindahkan ke RSCM.

 

“Pernyataan sakit itu selalu harus juga dicek oleh KPK sendiri, tidak sembarang orang, dan menurut saya perlu juga diperiksa rumah sakit-rumah sakit yang apa itu, tentang kebenaran daripada informasi itu,” kata Wapres di Kompleks Markas Komando Korps Marinir, Jakarta Pusat, Jumat (17/11).

 

Jusuf Kalla menekankan bahwa kredibilitas rumah sakit dipertaruhkan dalam memberikan informasi kesehatan seorang tersangka korupsi yang berulang kali mangkir dari pemeriksaan KPK, meskipun fungsi fasilitas kesehatan adalah memberikan perawatan kepada orang yang membutuhkan. “Jangan rumah sakit dipakai karena nanti etikanya, etika rumah sakitnya nanti hilang karena banyak yang bersembunyi di balik surat keterangan dokter,” pungkasnya.

 

Berikut klasifikasi Abbocath atau jarum infus yang terbagu menjadi lima macam dengan warna berbeda warna, dan fungsinya masing-masing.

 

1. 16G : Warna abu-abu: Fungsi untuk orang dewasa, dipasang pada kondisi bedah mayor, trauma, resusitasi cepat

 

2. 18G : Warna hijau: Fungsi untuk orang dewasa dan anak, dipasang pada kondisi bedah mayor, trauma, resusitasi cepat

 

3. 20G : Warna merah muda: Fungsi untuk orang dewasa dan anak, dipasang untuk memasukan cairan infus untuk maintenance

 

4. 22G : Warna biru: Fungsi untuk bayi, anak, dan orang dewasa dengan pembuluh darah kecil dan rapuh, dipasang untuk memasukan cairan infus untuk maintenance

 

5. 24G : Warna kuning: Fungsi untuk neonatus, bayi, anak, dan orang dewasa dengan pembuluh darah kecil dan rapuh, dipasang untuk memasukan cairan infus untuk maintenance terutama dengan tetesan sangat lambat.

 

Red

Editor : Intan