Sensus 2020, BPS Gandeng Kemendagri Lakukan Pendataan Registrasi Penduduk

TANGKASNews – BPS telah menggelar Sensus Penduduk sebanyak enam kali, yakni pada 1961, 1971, 1980, 1990, 2000, dan 2010. Pada Sensus Penduduk 2010, populasi Indonesia secara de facto tercatat sebanyak 237 juta. Dari hasil proyeksi penduduk, jumlah populasi di Indonesia akan mencapai 305 juta jiwa pada 2035.

 

“Kita semua tahu bahwa masih ada masalah dengan data kependudukan di Indonesia. Data kependudukan masih berasal dari dua sumber, dari BPS dan Kemendagri dari e-KTP.”

 

Perihal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) ,Suhariyanto di sela sela acara Seminar International bertajuk mempersiapkan Sensus Penduduk 2020 di Jakarta, Selasa (14/11).

 

Suhariyanto menambahkan data kependudukan kini berasal dari dua sumber yakni BPS dan Kemendagri. Sedangkan Sensus yang dilakukan setiap satu dekadenya, ucapnya, sangat penting untuk pemetaan karena jumlah penduduk setiap tahunnya terus berubah.

 

Menurutnya, perbedaan konsep dan definisi penduduk yang digunakan oleh kedua instansi ini,paparnya, ¬†menjadi salah satu penyebab kenapa masih adanya perbedaan. “Hal inilah yang akhirnya menimbulkan kebingungan di masyarakat dan pengguna data,” jelasnya.

 

“Sehingga perbedaan ini harus diakhiri sehingga semua bisa data tunggal untuk buat kebijakan,” ¬†ungkapnya.

 

Dengan terselenggaranya Seminar International ini, ujar Suhariyanto, BPS mendapatkan formula yang cukup baik dalam melakukan sensus penduduk di 2020 nanti.

 

Dalam pelaksanaannya, Suharyanto menambahkan BPS akan menggandeng Kemendagri untuk melakukan data registrasi penduduk.

 

.”Jadi kita saat ini melakukan seminar untuk mendapatkan input dari berbagai pihak supaya persiapan ke depan lebih matang,” jelasnya.

 

Red

Editor : Intan