Sebanarnya, Rakyat Indonesia Menginginkan Jokowi dan Prabowo Bersatu Dalam Pilpres 2019

TANGKASNews – Rakyat sudah jenuh menghadapi kegaduhan politik yang terjadi kepemimpinan Presiden Jokowidodo.

 

Kegaduhan politik ini dinilai sangat mengganggu stabilitas nasional di berbagai sektor, baik ekonomi maupun keamanan nasional. Ditambah dengan bencana alam , seperti Gunung Meletus, tanah longsor, banjir hingga tsunami.

 

Demikian yang dituturkan Politisi PDIP , Iwan Siswo dalam obrolan santainya di Jakarta, Sabtu Petang (10/2).

 

Menurutnya , kegaduhan politik dan saling jegal antara pemerintah dan parlemen ini sebagai tindak lanjut pertarungan Pilpres 2014 lalu , pertarungan antara Jokowidodo bersama Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dengan Prabowo Subiyanto bersama Koalisi Merah Putih (KMP).

 

Sebenarnya, ujar penulis buku Revolusi Mental Panca Azimat Bung karno ini, dalam hati nurani Rakyat Indonesia menginginkan Jokowidodo dan Prabowo Subiyanto bersatu dalam membangun bangsa dan menciptakan ketenangan bangsa.

 

“Rakyat Indonesia menginginkan Jokowidodo dan Prabowo bersatu, ditunjukan dengan bersanding menjadi Paslon dalam Pilpres 2019 mendatang, ” imbuhnya.

 

Iwan mengatakan Jokowi sebagai Capres dan Prabowo menjadi Cawapres atau sebaliknya dipastikan kegaduhan politik akan hilang, karena sumbernya sudah bersatu.

 

Kendati demikian Iwan mengakui hampir 90 persen Rakyat Indonesia tidak setuju akan Jokowi dan Prabowo maju bersama dalam Pilpres 2019. “Karena disinilah ladang bisnis mereka para pendukung dengan sengaja membenturkan kubu Jokowi dan Prabowo dalam tatanan pemerintah maupun parlemen,” paparnya .

 

Selain itu, Iwan Siswo mengatakan dengan bersatunya Jokowi dengan Prabowo dalam memimpin bangsa, dipastikan Indonesia akan menjadi bangsa yang besar dan disegani negara negara luar .

 

“Kalau Jokowi dan Prabowo pribadi sih sebenarnya sama sama menginginkan hal yang sama, tapi bagaimana dengan masa pendukungnya khususnya para elite politik , jamin tidak setuju, ” ucapnya.

 

Mereka mereka yang tidak setuju bersatunya Jokowi dengan Prabowo , Iwan menuturkan, adalah kelompok orang yang masih menginginkan adanya income yang besar dengan turut berperan dalam dagelan dagelan politik antara pemerintah dengan parlemen. “Kita tahu Pemerintah itu kubu siapa dan parlemen itu siapa punya , ” ungkapnya.

 

Iwan menegaskan konflik dan kisruh yang terjadi selama ini antara Pemerintah dengan Parlemen itu sebenarnya simbol pertarungan Jokowi dengan Prabowo. ” Coba kalau itu kita upayakan bersatu, bagaimana hubungan Istana dan DPR, pasti akan baik  ” jelasnya .

 

Diluar institusi Partai PDIP, tutup Iwan,menyarankan kepada masyakat agar jelang Pilpres 2019 mendatang bisa memperjuangkan agar Jokowi dan Prabowo bisa bersatu maju menjadi pimpinan negara. ” Dulu aja Megawati – Prabowo bisa maju bareng, kenapa sekarang tidak, ” pungkasnya.

 

Red

Editor : Intan