#SaveCikaniki, Tambang Emas PT Antam Bogor

TANGKAS – Langit di atas Desa Parakan Muncang, Kecamatan Nanggung, Bogor, Jawa Barat, Jumat (7/11/2015), terlihat bersahabat.

Gumpalan awan biru terlukis jelas, menandakan sepertinya tak akan turun hujan hari itu.

Dari kejauhan terlihat masyarakat berkumpul di bibir Sungai Cikaniki yang lokasinya tak jauh dari lokasi tambang emas PT Antam (Persero).

Save Cikaniki“, begitulah tulisan yang terpampang di sebuah spanduk besar. Masyarakat sangat antusias kala dilibatkan dalam kegiatan bersih-bersih sungai. Anak-anak, remaja, ibu-ibu, bapak-bapak, tak canggung saat menceburkan diri ke dalam aliran sungai yang lumayan deras.

Save Cikaniki adalah kegiatan yang diprakasai oleh PT Antam yang melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran dalam menjaga ekosistem dan lingkungan sungai.

Memang, keberadaan Cikaniki dalam kehidupan masyarakat di sana, khususnya bagi penambang emas ilegal, tak bisa dipisahkan. Sebab, bagi para penambang ilegal, sungai itu digunakan untuk memisahkan material tanah dengan bebatuan yang mengandung emas.

Zat yang digunakan untuk memisahkan meterial itu memakai sianida yang menyebabkan pencemaran merkuri di aliran anak Sungai Cisadane tersebut.

Sebuah penelitian mengungkapkan, setiap tahunnya, diperkirakan sekitar 4,8 ton larutan merkuri dibuang ke sungai oleh penambang tanpa izin sehingga mengakibatkan kontaminasi logam merkuri di sedimen bantaran sungai tersebut relatif tinggi.

General Manager PT Antam (Persero) Unit Bisnis Pertambangan Emas Pongkor I Gede Gunawan mengatakan, kegiatan itu sebagai langkah awal untuk mengembalikan ekosistem sungai yang selama ini rusak akibat limbah.

Selama 22 tahun, lanjut Gede, aktivitas penambang emas tanpa izin (PETI) telah merusak ekosistem sungai dan hilangnya biota di Sungai Cikaniki.

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk meremajakan kembali alam di sungai dan sekitar bantaran Sungai Cikaniki untuk memelihara biota serta ekosistem sungai tersebut,” ucap Gede.

Dia berharap, ke depannya tak ada lagi tindakan-tindakan pengurusakan lingkungan seperti yang dilakukan oleh PETI.

“Lewat acara ini, kami ingin memberi pesan bahwa kita harus melakukan aksi nyata dalam menolak PETI. Ini juga sebagai wujud keseriusan kami pasca-penertiban gurandil bulan September lalu,” kata Gede.

Kepala Desa Parakan Muncang Ahmad Yani pun melontarkan nada serupa. Katanya, 11 desa yang masuk dalam wilayah Kecamatan Nanggung telah berkomitmen untuk menjaga Sungai Cikaniki tetap bersih dan melestarikan ekosistem sungai.

“Sudah saatnya masyarakat di sini bergerak dan peduli. Kalau bukan kita, siapa lagi,” tuturnya.

Endha (BJ)

EDITOR : DD BIN