Saling Menghargai ke Parlemen, Langkah Utama KIH Kuasai DPR

TANGKAS – Dukungan ke pemerintah pasca bergabungnya Partai Amanat Nasional ke dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH), menurut Menkopolhukam, Luhut Pandjaitan, kini ada di angka 45,7% dan bisa dikatakan menjadi mayoritas.

Pernyataan tersebut diungkapkan Luhut dalam acara Silaturahmi Kementerian di dalam jajaran Kementerian Polhukam, di Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (11/11).

Menurut Luhut, banyak pengamat yang tidak menyangka, bagaimana Presiden Jokowi membangun kerjasama dan komunikasi yang saling menghargai dengan parlemen.

“Bertentangan dengan prediksi banyak pengamat, Presiden Jokowi mampu membangun kerjasama dan sikap saling menghargai dengan DPR. Hal ini menjadi kunci memperoleh persetujuan dan dukungan DPR terhadap kebijakan pemerintah,” kata Luhut Pandjaitan.

Luhut menambahkan bahwa kini kekuatan KIH makin solid, karena tak bisa dipungkiri koalisi pemerintah inilah yang sekarang memegang suara mayoritas. Hal tersebut memungkinkan sejumlah keputusan pemerintah, bisa diterima dan disetujui oleh DPR RI.

“Dikarenakan keputusan PAN untuk bergabung dengan pemerintah, jumlah kursi KMP di DPR berkurang secara signifikan dan jumlah kursi KIH bertambah menjadi 45,7 persen atau menjadi mayoritas,” kata Luhut.

Namun demikian, Luhut juga menegaskan bahwa unggul dalam jumlah dukungan, tidak selalu menjadi jaminan pasti pemerintah selalu akan memperolah dukungan oleh DPR RI secara spontan.

Untuk hal tersebut, Luhut kembali mengapresiasi piawainya Presiden Jokowi dalam membangun komunikasi dan menerapkan prinsip saling menghargai.

“Tetapi kemampuan Presiden Jokowi dan timnya untuk membangun komunikasi efektif dan sikap saling menghargai merupakan kunci untuk memelihara stabilitas politik dan persetujuan terhadap kebijakan pemerintah oleh DPR,” demikain Luhut.

Dalam silaturahmi tersebut, nampak hadir MenPAN RB Yuddy Chrisnandi, Menlu Retno Marsudi, Mendagri Tjahjo Kumolo, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, KaBIN Sutiyoso, Kapuspenkum Kejaksaan Agung, PWI, Dewan Pers, dan pemimpin redaksi sejumlah media.

Endha (BJ)

EDITOR : DD BIN