Rupiah Fantastis Rp 14.700, Presiden Diminta Segera Copot Rinso dan Agus

TANGKAS – Mentari pagi Rabu (23/9) disambut dengan teriakan sang kader muda PDI , Iwan Siswo yang mengutarakan “kali ini presiden tidak boleh berkata tidak, suka atau tidak suka, apapun yang akan terjadi beliau harus segera mencopot jabatan Menteri BUMN Rini Soemarmo (Rinso) dan Gubernur BI, Agus Marto Wardojo untuk kepentingan rakyat Indonesia”. Menurut Iwan , melesatnya nilai tukar Rupiah yang fantastik mendekati Rp 14.700 sudah tidak dapat ditolerir lagi.

Memasuki 360 hari kepemimpinan Jokowidodo sebagai Presiden RI ketujuh , Indonesia mendapat kecaman keras atas anjloknya nilai Rupiah. Alasan Iwan segera mencopot jabatan Rinso dan Agus di Pemerintahan, karena kedua pilihan presiden ini yang menjadi salah satu faktor terpuruknya Rupiah sehingga menimbulkan krisis ekonomi nasional. Rinso dianggap menjadi faktor timbulnya kegaduhan politik dari beberapa kejadian yang terjadi di tanah air saat ini , termasuk kasus Pelindo II, ujar IWan. Sedangkan Agus dianggap tidak mampu menghadapi perkembangan ekonomi nasional dan international, sehingga kebijakan kebijakan dari Bank Indonesia atas krisis ini dianggap tidak relevan dan bukan merupakan suatu solusi yang tepat, tegas Iwan.

Nilai Tukar  rupiah pagi ini terpantau semakin Anjlok. Bahkan, rupiah selangkah lagi menuju level Rp14.700 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rabu (23/9/2015), rupiah pagi ini dibuka melemah ke posisi Rp14.597 per USD. Namun, rupiah makin melemah sebesar 88 poin atau setara 0,60 persen ke posisi Rp14.640 per USD.

Senada, berdasarkan data Yahoo Finance, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga ambles ke level Rp14.698 per USD. Gerak mata uang Garuda makin lemah ke Rp14.727 per USD atau turun 135 poin yang setara 0,93 persen.

Menurut analisa Samuel Sekuritas, pelemahan rupiah ini terjadi setelah pemerintah memangkas proyeksi pertumbuhan, ADB juga ikut memangkas proyeksi pertumbuhan Indonesia menjadi hanya 4,9 persen YoY dan 5,4 persen YoY sampai 2016.

“Rupiah merespons dengan pelemahan hingga melewati Rp14.500 per USD walaupun sebagian besar faktor berasal dari penguatan dolar AS di pasar global,” jelas riset tersebut.

Adapun yield SUN10y juga kembali naik menjauh ke atas sembilan persen hingga sore kemarin. Tidak adanya katalis positif internal untuk rupiah membuat faktor penguatan dolar global akan kembali memberikan tekanan pelemahan pada hari ini.

Intelijen

EDITOR : DD BIN