RMA Sebut IKM Sangat Jarang Tersentuh Inovasi

TANGKASNews – Direktur PT. Rekadaya Multi Adiprima (RMA), Farri Aditya menegaskan bahwa hingga saat ini IKM belum dan bahkan jarang tersentuh akan inovasi.

 

“Inovasi, bukan kreasi. Jadi ada komponen yang bisa dipakai secara `long lasting`,”  imbuh Farri  usai  acara Rapat Koordinasi Jaringan Penelitian dan Pengembangan Inovasi (RAKOR JARLITBANGNOV) atau disebut ” Pitching Day ” Tahun 2018 di Gedung Wisma Perdamaian, Semarang Jawa Tengah, Selasa (27/2).

 

Khususnya wilayah Jateng, Farri mengatakan punya potensi akan inovasi terutama masalah material (bahan baku). “Ada serat dari sabut kelapa di sepanjang pesisir Jateng. Itu bisa dikelola dan dikembangkan menjadi berbagai produk inovasi,” pungkasnya.

 

Sebelumnya , Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kementerian Perindustrian Ngakan Timur Antara menyampaikam bahwa Jateng menjadi provinsi yang sumbangan PDB regional Industri

 

“Kami sangat bangga, Jateng termasuk provinsi yang sumbangan PDB regional industrinya mencapai 40 persen dari seluruh produk regional di Jateng, artinya peranan industri di Jateng sangat strategis.” Tuturnya.

 

Perhelatan Pitching Day 2018 ini mengusung tema “Peningkatan Daya Saing Industri Nasional melalui Pemanfaatan Hasil Litbangyasa yang Ramah Lingkungan (Green Products)” ini , imbuh Ngakan sangat penting, karena Daya Saing Saing Industri Nasional tidak dapat berkembang tanpa adanya innovasi.

 

Selanjutnya, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar sumbangan PDB regional dari sektor industri bisa semakin besar, meskipun saat ini inovasi dalam proses produksi yang dilakukan oleh para pelaku industri juga sudah baik.

 

Hal ini , menurut Sri Puryono para pelaku industri telah menggunakan sistem 3 R ; Reduce, Rause, dan Rycycle . “Mereka pun sudah mulai ada yang menerapkan prinsip 3R, yakni `reduce`, `reuse`, dan `recycle`. Saya berharap inovasi yang dikembangkan benar-benar padat karya, dapat meningkatkan ekonomi rakyat, dan pertumbuhan ekonomi regional lebih tinggi sehingga pengangguran, kemiskinan yang bisa mempengaruhi inflasi akan terjaga,” jelasnya.

 

Red

Editor : Intan