Ridwan Kamil Jadikan Bandung Kulon Basis Ekonomi Kreatif

TANGKAS – Banyaknya industri rumahan di daerah Bandung Kulon menjadikan daerah tersebut cocok menjadi  basis ekonomi kreatif. Hal itu diungkapkan Walikota Bandung Ridwan Kamil saat ‘Mapay Lembur’ (blusukan) di Bandung Kulon, Kamis (5/11).

Menurutnya, kawasan Bandung Kulon memiliki sentra industri kain, tahu, toge dan boneka. Pemkot Bandung akan membuat konsep destinasi satu kampung satu produk dalam waktu tiga bulan mendatang. Ia mengatakan sentra boneka di kawasan itu luar bisa, namun gaya dan kualitasnya masih level sedang.

Dalam waktu dua minggu kedepan direncanakan menggelar pertemuan dengan pengusaha boneka di Kota Bandung untuk membuat kualitas boneka di Bandung Kidul menjadi lebih baik. “Saya ingin sentra industri boneka ini bisa meng-Indonesia seperti Jeans Cihampelas,” ujarnya.

Selain itu, Ridwan Kamil mengaku gembira karena daerah Bandung Kulon berinisiatif melakukan urban farming. Menurutnya di daerah yang padat seperti Bandung Kulon, Program Inovasi Pembangunan dan  Pemberdayaan Kewilayahan (PIPPK) sudah mulai bergulir dengan program urban farming tersebut.

Ia pun meng instruksikan Camat agar  urban farming menjadi program unggulan di Bandung Kulon. Karenanya dalam proses memperbaiki kampung-kampung, penanaman dapat dilakukan tanpa ada lahan.

Hal penting lainnya yang disoroti adalah  jumlah penduduk yang hampir 140 ribu jiwa, namun belum memiliki bangunan Sekolah Menengah Pertama ( SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Ridwan Kamil berjanji akan memprioritaskan pembangunan sekolah di Bandung Kulon. “Di tahun depan kita prioritaskan SMP negeri dulu dibangun setelah itu tahun depannya lagi  bangunan SMA ,” ungkapnya.

Dengan tidak adanya SMP dan SMA  tingkat pendidikan warga Bandung Kulon kurang bagus. Ridwan Kamil menilai dominasi warga hanya lulusan Sekolah Dasar (SD). Hal itu tidak sejalan dengan target Bandung yang menjadikan  pendidikan sebagai  standar minimal lulusan SMA. Rencana lainnya Pemkot Bandung akan membeli tanah untuk dijadikan taman bermain.

Selama mapay warga di Bandung Kulon, Ridwan Kamil melihat banyak anak-anak,  sehingga dengan kurangnya lahan bermain, Pemkot Bandung  akan membangun taman. “Rencana kita beli tanah dijadikan taman, karena setiap saya lewat anak-anak banyak sekali,” pungkasnya.

INTAN

EDITOR : DD BIN