Ribuan Wisatawan Padati Yogya Dampak Erupsi Gunung Agung

TANGKASNews – Dampak erupsi Gunung Agung yang terjadi pasca pencoblosan Pilkada 2018 kemarin, beberapa penerbangan dari dan ke Bandara Ngurah Rai tertunda lantaran ditutup.

 

Penutupan Bandara Ngurah Rai Bali ini mengacu pada NOTAM A2551/18 tanggal 29 Juni 2018  berlaku mulai pukul 03.00 Wita sampai 19.00 Wita .

 

Khususnya penerbangan ke dan dari Bandara Adisucipto Yogyakarta, ribuan penumpang dinyatakan tertahan di kota Gudeg ini menuju pulau dewata.

 

Menurut informasi Humas PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto, Liza Anindya menyampaikan dampak erupsi Gunung Agung ini, sekitar 1736 penumpang batal terbang menuju ke Bali yang terdiri dari pesawat Garuda, Lion Air, Air Asia dan Nam Air.

 

Disisi lain , berdasarkan pantauan redaksi di pusat kota Yogyakarta pada Jumat 29/6 malam  tampak ribuan wisatawan baik mancanegara maupun domestik memadati kawasan wisata Malioboro.

 

Suasana wisata di titik nol kota Yogyakarta ini terkesan liburan panjang, sedangkan kita ketahui pada Jumat malam bukanlah hari long Weekend.

 

Salah satu wisatawan domestik bernama Anita asal Pontianak mengaku dirinya bersama keluarga batal liburan ke Bali karena mengalami jadwal penerbangan tertunda . ” Kami memutuskan untuk batal berlibur ke Bali bersama anak anak , karena merasa takut dengan adanya peristiwa meletusnya Gunung Agung Bali, ” tuturnya di kawasan Malioboro Yogyakarta, Jumat malam .

 

Perlu diketahui , Kepala Pusat Data Indivasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menegaskan Bali masih tetap aman untuk dikunjungi, kendati adanya erupsi Gunung Agung .

 

Menurutnya, hingga saat ini Gunung Agung masih berada di level III Siaga dengan radius aman 4 kilometer.

 

“Gunung Agung masih mengeluarkan abu vulkanik dan kawah menyala api berwarna kemerahan dengan intensitas stabil dengan tinggi kolom abu mencapai 2.500 meter. Status Gunung Agung masih tetap di level siaga III,”jelasnya.

 

Red

Editor : Intan