Relawan Dua : Untuk Apa Impor Beras, Perlu Atau Tidak ?

TANGKASNews – Beras Impor menjadi isu terhangat di tengah panasnya perhelatan jelang Tahun Politik.

 

Sehingga kebijakan pemerintah atas beras impor turut tergerus dalam polemik pertarungan para capres yang akan maju melawan Jokowidodo dalam Pilpres 2019.

 

Fokus akan polemik Beras Impor, Ketua Umum Relawan Dua, H Made Dzakir mengatakan sebenarnya seberapa besar angka yang harus diributkan terhadap Beras Impor ini sehingga pejabat dari tingkat Bupati, Gubernur hingga pimpinan parlemen menolak kebijakan tersebut.

 

Menurut Made Dzakir, putusan pemerintah untuk melakukan impor beras mempunyai alasan yang sangat kuat.

 

“Mustahil pemerintah tidak mengutamakan kesejahteraan petani lokal , ” ujarnya dalam keteranganbpada Senin (29/1).

 

Made Dzakir menjelaskan sebenarnya impor beras yang dilakukan pemerintah di tahun 2018 ini mengalami penurunan.

 

“Impor beras Indonesia beberapa tahun yg lalu rata – rata  3 juta ton . Jika sekarang impor 0,5 juta  ton itu berarti terjadi penurunan yg signifikan. Impor 0,5 juta ton itu jika dibandingkan dgn produksi beras dalam negeri yg mencapai sekitar 36 juta ton juga sangat kecil, tidak sampai 2%,” papar Made Dzakir.

 

Made Dzakir menegaskan hal yang patut digariabawahi adalah putusan Presiden Jokowi mengijinkan melakukan beras impor dikarenakan stok beras nasional yang mengalami defisit walaupun jelang panen raya.

 

Penyebab defisit stok beras nasional ini, ungkap Made Dzakir disebabkan oleh banyak faktor, baik adanya gagal panen, serangan hama, bencana alam dan faktor cuaca yang tidak menentu pada Tahun 2017 lalu.

 

Untuk itu pemerintah, ujar Made Dzakir , melakukan impor beras guna menjaga kestabilan harga Eceran beras di pasar. “Salah besar jika mempunyai penilaian kebijakan beras impor ini akan merugikan hingga mensengsarakan para petani lokal, ” imbuhnya.

 

Impor Beras, terang Made Dzakir , dilakukan bukan langsung dijual ke pasaran. Melainkan beras yang diimpor ini akan masuk ke BuLog untuk menambah stok nasional guna mencegah terjadinya kelangkaan beras nasional yang beredar di pasar, sehingga dapat menjaga kestabilan harga.

 

Karena jika harga beras yang naik, tegasnya , akan berdampak akan timbulnya inflasi yang tinggi dan akhirnya harga barang lainnya pun akan meningkat. “Kestabilan harga beras di pasar ini patut dijaga, “ucapnya.

 

Kendati demikian Relawan Dua, tuturnya, mengaku menjadi hal yang wajar Kebijakan Impor beras ini sempat menjadi polemik publik, karena mereka masing masing mempunyai sudut pandang yang berbeda. “Apalagi ada pihak yang punya kepentingan lain, ” imbuhnya.

 

Sehingga mulai detik ini, Relawan Dua menghimbau kepada masyarakat dan pejabat tinggi agar tidak lagi beradu argumen akan kebijakan beras Impor dan akhirnya menimbulkan kegaduhan politik. ” Beras Impor tersebut sebenarnya bentuk kepedulian tinggi Presiden Jokowi terhadap masyarakat Indondesia dalam menciptakan tingkat perekonomian yang merata, ” tutupnya.

Red

Editor : Intan