Relawan Dua : Rakyat Harus Pikir 10 Kali Untuk #2019GantiPresiden

TANGKASNews – Masyarakat kini sebenarnya telah dibutakan dan terhipnotis akan berbagai stigma akan kegagalan pemerintahan Presiden Jokowi. Khususnya dari Tenaga Kerja Asing yang pro China, ambruknya nilai kurs Rupiah diangka 14 ribuan, maraknya impor melambungnya harga kebutuhan pokok.

 

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Umum Relawan Dua, H Made Dzakir di Jakarta, Senin (28/5).

 

Made Dzakir menyatakan sebenarnya kesemuanya yang dipermasalahkan tersebut hanyalah prihal soal struktural dengan mengaitkan janji jani kampanye Jokowi saat Pilpres 2019. “Sudah tentunya dalang semua itu adalah lawan politiknya Jokowi jelang Pilpres mendatang,” ucapnya.

 

Masyarakat umum, sambung Made Dzakir sengaja digirimg dengan berbagai opini yang viral di media sosial guna menjatuhkan elektabilitas Jokowi jelang perhelatan Pesta Demokrasi 2019.

 

Seperti hal ambruknya nilai Rupiah saat ini, Made Dzakir menjelaskan terpuruknya nilai mata uang Indonesia ini bukan dikarenakan lemahnya fundamental perekonomian nasional dan salah kebijakan pemerintah, melainkan semuanya itu disebabkan lantaran adanya lonjakan nilai guna mendorong angka ekspor sehingga kinerjanya menjadi lebih baik .

 

“Kenaikan nilai rupiah masih masuk dalam kisaran index real effective change rate, jadi wajar wajar saja ,” imbuh Made Dzakir.

 

Lebih lanjut terkait kenaikan harga, Made Dzakir menuturkan masyarakat harus membuka mata dengan melihat perjalanan angka PDB Nasional kita.

 

Sejak Jokowi menjabat Presiden RI di tahun 2014, papar Made Dzakir, nilai PDB Nasional kita hanya di level USD 750 Milliar, sedangkan di tahun 2017 PDB Nasional kita sudah berhasil mencapai angka USD 1 Triliun atau mengalami kenaikan 25 persen. ” Masyarakat awam pasti gak tahu khan kenaikan PDB Nasional kita, terus apa ada yang salah dengan kinerja Presiden Jokowi,” ungkapnya.

 

Made Dzakir menekankan jika dalam waktu 3 tahun kepemimpinan Jokowi tidak adanya kenaikan harga sejalan kenaikan PDB Nasional, maka pertumbuhan ekonomi nasional bangsa kita itu bersifat fiksi.

 

Terakhir, ucap Made Dzakir terkait Tenaga Kerja Asing yang disebutkan pro China, masyarakat apa tidak paham semua yang dilakukan pemerintahan Jokowi JK saat ini sesuai dengan UU PMA yang ditetapkan era Pemerintahan SBY dan UUD 1945 yang direvisi pada tahun 2003 silam .

 

“Sangat tidak mungkin Bapak Presiden Jokowi bertindak diluar jalur UU yang telah ditetapkan sebelumnya . Dan tak ada investor yang berani menginvest dana besar tanpa izin Previllage,” ujarnya.

 

“Kalau prihal infrastruktur , saya tidak akan jelaskan karena masyarakat dengan mata telanjang hasil kinerja Presiden Jokowi. Dan semuanya tidak ada proyek yang mangkrak era 1 dekade pemerintahan SBY,” tegasnya

 

Maka dari itu Relawan Dua, menghimbau kepada masyarakat Indonesia agar mulai berpikir secara cerdas dan smart dalam menerima informasi dan opini yang menyesatkan khususnya terkait kebijakan pemerintahan era Jokowi saat ini.

 

“Rakyat harus berpikir dua kali hingga sepuluh kali untuk memutuskan gantikan Jokowi sebagai Presiden RI. Kita harus berikan kesempatan sekali periode lagi kepada beliau (jokowi – red) untuk bersama membangun negeri tercinta kita ini. Rakyat Harus Cerdas dalam Memilih. Masak Mau Ganti Presiden Cuma Modal Baju Kaos Doang” tutup salah satu Komisaris Utama Jagorawi Golf Bogor ini.

 

Red

Editor : Intan