Relawan Dua : Pilpres Satu Putaran, Jokowi Dua Periode

TANGKASNews – Ketua Umum Relawan Dua, H Made Dzakir menyampakan optimisme terhadap Jokowidodo akan menang kembali dalam ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

 

“Melihat sepak terjang kinerja kepemimpinan Bapak Jokowi dalam memegang mandat rakyat menjadi Presiden, saya pastikan beliau akan menang dalam Pilpres 2019 mendatang, ” tutur Made Dzakir dalam keterangan yang disampaikan , Minggu (18/2).

 

Menurutnya, banyak perubahan dan pembangunan yang telah dilakukan Jokowidodo selaku Presiden pilihan Rakyat ini dalam tatanan kehidupan bangsa, baik dari sektor ekonomi hingga infrastruktur. “Saya rasa, rakyat sangat puas akan hasil kerja Presiden Jokowi , sehingga patut diberikan kesempatan sekali lagi untuk memimpin bangsa Indonesia, ” ucapnya.

 

Kendati Demikian, Made Dzakir mengutarakan kemenangan Jokowidodo menjadi dua periode mendatang apabila Pilpres 2019 mendatang berlangsung satu kali saja. ” Jokowi akan menang, bila Pilpres berlangsung satu putaran, ” jelasnya.

 

Made Dzakir menambahkan jika Pilpres terjadi dua putaran, maka apa yang dialami Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada Pilkada DKI lalu akan sama dialami Jokowi. “Karena Pilpres dua putaran itu merupakan strategi pihak lawan (saingan Jokowi) dalam memecah suara rakyat.

 

Selain itu Relawan Dua, tegas Made Dzakir berharap Pilpres 2019 mendatang tidak terjadi dua putaran, karena selain pemborosan anggaran juga rentan akan potensi kecurangan. ” Pilpres 2019 diharapkan berlangsung satu putaran saja,” pungkasnya.

 

Posisi Jokowi Masih Lemah

 

Disisi lain, Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda menyampaikan Jokowidodo menjadi Kandidat Capres dalam Pilpres 2019 dengan perolehan 95 persen yang kemungkinan akan berhadapan dengan Prabowo Subiyanto.

 

Yuda menjelaskan berdasarkan hasil survey , Jokowi menempati peringkat pertama , disusul Prabowo Subiyanto dan kemudian Jusuf Kalla pada posisi ketiga.

 

Selanjutnya , Yudha menambahkan posisi Keempat Anies Baswedan 70 persen dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 65 persen.

 

“Namun posisi Jokowi belum aman,” ¬†ujarnya di Jakarta, Minggu (18/2).

 

Yuda mengutarakan elektabilitas survey Jokowi dan Prabowo cendrung menaik di awal Tahun 2018 ini. “Dalam survei yang dilakukan pada 27 Januari-3 Februari 2018 itu menunjukkan elektabilitas Jokowi naik 5 persen dan Prabowo 2 persen,” terangnya.

 

Sedangkan terkait kinerja Pemerintahan, Yuda menjelaskan poliing survey menunjukan angka 68,5 persen.

 

“Secara kuantitatif, angka kepuasan ini cukup tinggi karena berada di atas kisaran 60 persen,” ¬†tutupnya.

 

Red

Editor : Intam