Proyek Lelang Kementerian Pariwisata Indikasi Rugikan Negara Rp 1,2 M

TANGKAS – Dalam rangka mendukung program Revolusi Mental yang digalakan Pemerintahan Jokowidodo – JK saat ini, diperlukannya pihak pihak tertentu menilai kebijakan dan pelaksanaan program dari masing masiang kementerian sebagai pembantu kinerja Presiden. Baik buruknya kinerja tersebut sudah sepatutnya publik mengetahuinya.

Prihal ini disampaikan oleh Uchok Sky Kadafi, Direktur Central Budget Analys (CBA) , Kamis Pagi (25/8) terkait adanya proses lelang di Kementerian Pariwisata yang berindikasi merugikan negara 1,2 M.

Uchok memaparkan, Ada macam macam modus lelang di kementerian pariwisata. Salah satunya adalah pemenang lelang ditentukan atau dipilih dengan harga yang paling mahal dan tinggi sehingga tidak berperduli, sangat berpotensi merugikan keuangaan negara.

Menurutnya, Seharusnya panitia lelang memilih perusahaan yang harga penawaran wajar atau murah sekali tetapi tidak menabrak aturan yang mereka buat sendiri.

“Dan, modus yang kedua, pihak kementerian pariwisata, memilih harga yang paling rendah dan murah, tetapi menabrak aturan sendiri demi memenangkan “Jagoa” perusahaan tertentu. Dan begini ceritanya, saya jelaskan,” ucapnya

Pertama, pada tahun 2016, asisten deputi pengembangan komunikasi pemasaran pariwisata mancanegara kementerian pariwisata melakukan lelang “pemasangan iklan media cetak Wholesaler pasar Eropa” dengan HPS (Harga prakiraan sementara) sebesar Rp.9.995.000.000.

Lelang ini dimenangkan oleh PT. Transito Adiman Jati, yang beralamat jalan. Palmerah barat No.20-37 tanah abang, Jakarta pusat dengan nilai penawaran sebesar Rp.9.212.731.056. Dan harga penawaran ini terlalu tinggi dan mahal sehingga ditemukan potensi yang merugikan negara sebesar Rp.1.216.391.056. Seharusnya pihak kementerian pariwisata, tidak bermain main dengan harga penawaran lelang, dimana, ada penawaran yang lebih rendah dan murah dari PT. Nine Communications Indonesia hanya sebesar Rp.7.996.340.000 langsung dikalahkan begitu saja.

Yang cerita yang kedua adalah lelang
asisten deputi pengembangan komunikasi pemasaran pariwisata Nusantara  kementerian pariwisata melakukan lelang  “penguatan pemberitaan promosi pariwisata melalui media sosial”  dengan pagu anggaran sebesar Rp.10.5 milyar dan pemenang lelang ini adalah PT. Et Cetera promosindo yang beralamat jalan permata hijau permai blok C2 No.18 kelurahan kaliabang tengah, bekasi.

Selanjutnya Uchok menambahkan, kasus lelang ini, ada dugaan permainan. Dimana pihak kementerian pariwisata mengambil harga yang paling murah, tetapi menabrak aturan yang mereka buat sendiri. Dimana, PT. Et Cetera promosindo memenangkan lelang ini dengan harga senilai Rp.7.1 milyar dari harga HPS sebesar Rp.10.5 milyar.padahal sesuai aturan, harga pemenang lelang, kalau memilih yg murah seharus dibawah 20 persen. Kalau Pt. Et. Cereta promosindo menang dgn harga penawaran sebesar Rp.7.1 milyar dari HPS sebesar Rp.10.5 milyar. Berarti hal ini, hitungan aritmatikanya melebihi atau hampir 30 persen dari HPS yang harusnya kemungkinan gugur.

Dari gambaran diatas, kami dari CBA (Center For Budget Analysis) meminta kpk untuk segera melakukan penyelidikan atas dua kasus lelang diatas  seperti “pemasangan iklan media cetak Wholesaler pasar Eropa” karena telah ditemukan kerugian negara sebesar Rp.1.2 milyar.

Untuk itu Uchok menghimbau, agar segera KPK untuk memanggil orang yang punya tanggungjawab yakni Asisten deputi tersebut, yaitu Noviendi makalam berserta panitia lelang kedua kasus tersebut untuk diminta keterangan mereka. Dan, Alasannya kedua, perlu diselediki atau turun tangab  KPK adalah, adanya “orang orang senayan” yang ikut bermain lelang atau bawa perusahaan sendiri, di kementerian pariwisata.

RED
EDITO R: INTAN