Program Anak Usia Dini Kemendes Rugikan Negara Rp 3,5 M

TANGKAS – Direktur Centre Budget Analys (CBA) Uchk Sky Kadhafi menuturkan bahwa Pada tahun 2016, Dirjen Pembangunan kawasan Perdesaan kementerian Desa, Pembangunan daerah tertinggal dan Transmigrasi melakukan lelang “penyediaan alat peraga pendidikan untuk anak usia dini kawasan perdesaan” dengan 4 item pengadaan atau 4 paket dengan total pagu anggaran sebesar Rp.50.000.000.000 atau Rp.50 milyar.

Tetapi, menurutnya, dalam proses lelang ini, publik harus meneteskan air mata di hari kemerdekaan ini, dan hal ini sudah keterlaluan sekali, masa progran untuk anak anak usia dini ini diduga ada penyimpangannya dalam lelangnya.

Dari keempat paket ini Ucok menyampaikan  dengan anggaran pagu paket sebesar Rp.50 milyar, berpotensi merugikan keuangan sebesar Rp.3.573.213.000. Dimana paket pertama, dimenangkan oleh PT.Mara Cipta Utama dengan potensi kerugian negara sebesar Rp.1 milyar: paket kedua, dimenangkan oleh PT. Indoglobal Cipta Teknologi dengan potensi kerugian negara sebesar Rp.1.1 milyar: paket ketiga, PT.Karya Akbar Karunia berpotensi merugikan negara sebesar Rp.679.6 juta, dan paket empat, dimenangkan PT.Ryantama Citrakarya Abadi berpotensi merugikan keuangan negara sebesar Rp.708.3 juta.

Dari gambaran diatas, kami dari CBA (Center For Budget Analysis) meminta kepada aparat hukum, baik itu KPK atau kejaksaan untuk membuka penyidikan atas proyek penyediaan alat peraga pendidikan untuk anak usia dini kawasan perdesaan dengan 4 item pengadaan atau 4 paket di Dirjen Pembangunan kawasan Perdesaan kementerian Desa, Pembangunan daerah tertinggal dan Transmigrasi.

“Sekali lg meminta kepada KPK dan Kejaksaan untuk segera memanggil semua panitia lelang, dan Dirjen Pembangunan kawasan Perdesaan dalam kasus lelang ini. Masa alat peraga pendidikan untuk anak anak usia dini saja “dimainkan” dengan ditemukan potensi kerugian negara sebesar Rp.3.5 milyar Dan yang paling aneh, misalnya lelang dengan paket satu, yang dimenangkan oleh PT.Mara Cipta Utama, isinya bukan untuk belanja alat peraga pendidikan tetapi untuk beli buku seperti “mengenal angka” apakah ini bukan sebuah cara untuk mengelabui perusahaan lain???,” jelasnya dalam keterangan yang disampaikan ke redaksi hari ini, Jumat (19/8)

RED
EDITO R: INTAN