Presiden Sebut Kunjungan Sergio Mattarella Sebagai Makna Penting Hubungan Bilateral Indonesia – Italia

TANGKAS – Presiden Joko Widodo  menerima kunjungan Presiden Republik Italia Sergio Mattarella, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (9/11) sore. Kedatangan Presiden Republik Italia itu disambut dengan upacara kenegaraan, dengan dikumandangkannya lagu kebangsaan kedua negara.

Dalam sambutannya Presiden Jokowi mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Presiden Republik Italia, dan berharap hubungan Indonesia dan Italia terutama dalam bidang ekonomi semakin baik.

“Kunjungan kenegaraan yang pertama kalinya oleh Presiden Italia tentunya memilki makna yang penting bagi hubungan bilateral antara Indonesia dan Italia. Apalagi kunjungan ini juga disertai delegasi bisnis dari Italia,” kata Presiden Jokowi.

Yang kedua, Presiden Jokowi juga menyampaikan ucapan selamat atas pelaksanaan Milan World Expo, dimana Indonesia berpartisipasi aktif di dalamnya.

Selain membicarakan masalah kerjasama energi, logistik, infrastruktur, dan pariwisata, dalam kunjungan ini juga ditandatangani nota kesepahaman kedua pemerintahan, yaitu peningkatan hubungan bilateral terutama dalam bidang ekonomi.

Dalam kunjungan Presiden Republik Italia Sergio Mattarella yang didampingi oleh 30 pengusaha terkemuka Italia, telah dicapai kesepakatan untuk penanaman investasi baru sebesar 1,055 miliar dollar AS.

Presiden Italia Sergio Mattarella dalam kesempatan itu menyampaikan penghargaan kepada I ndonesia atas perannya di kawasan Asia Tenggara dan juga komunitas internasional.

Presiden Italia juga memuji kehidupan yang sangat harmonis di Indonesia, dimana antar umat beragama dapat hidup berdampingan dengan harmonis di sini. “Sesuai dengan semboyan Indonesia Bhineka Tunggal Ika merupakan contoh yang sangat baik, yang diberikan oleh Indonesia kepada dunia,” tutur Mattarella.

Mendampingi Presiden Jokowi saat menerima kunjungan Presiden Republik Italia itu antara lain Menko Polhukam Luhut B. Pandjaitan, Menlu Retno Marsudi, Mendagri Tjahjo Kumolo, dan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan.

NINGSIH – (FID/RAH/ES)

EDITOR : DD BIN