Presiden Jokowi Diminta Bentuk Tim Independen Kasus Novel KPK

TANGKASNEWS – Kasus Penyiraman Air Keras kepada Penyidik Senior KPK Novel Baswedan ini merupakan serangan kepada lembaga antirasuah dan bukan personel.

“Fenomena Novel ini soal penyerangan kepada institusi KPK, bukan hanya Novel sendiri. Kepada KPK sebagai sistem yang legal,” tegas Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas di Jakarta, Selasa (1/8).

Selain itu, Busyro menilai pemanggilan Kapolri oleh Presiden Jokowi untuk segera menuntaskan kasus Novel ini dianggap terlambat, karena melampaui 100 hari.

Untuk itu Busyro menyarankan kepada Presiden Jokowi untuk membentuk tim gabungan atau independen dalam penuntasan Kasus Penyiraman Air Keras, Novel Baswedan.

“Kata independen itu terdiri dari sejumlah orang yang memiliki track record dari kapasitas yang memadai untuk kasus ini. Dan tidak terdiri dari orang-orang yang diduga memiliki kepentingan individu maupun konstitusional,” terangnya.

Busyro menegaskan penuntasan kasus Novel Baswedan ini juga akan menjadi taruhan reputasi Presiden Jokowi dalam Pemilihan Presiden 2019 mendatang. “Catatan besar presiden untuk 2019 nanti kalau mau maju lagi. Catatan serius,” pungkasnya.

RED
EDITOR : INTAN