Presiden Jokowi Berharap Industri JIIPE Gresik Rekrut Para Santri

TANGKASNews – Presiden Jokowidodo memberikan apresiasi atas pembangunan kawasan industri JIIPE yang terintegrasi, dengan dilengkapi pelabuhan dan tersedianya pembangkit tenaga listrik.

 

“Saya ingin agar kawasan-kawasan industri seperti ini semakin banyak dibuka di negara kita, sehingga akan membuka lapangan pekerjaan yang semakin banyak di negara kita, ” ujar Presiden Jokowi dalam acara Peresmian Kawasan Industri JIIPE di Gresik, Jawa Timur, Jumat (9/3).

 

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi didampingi Menteri Perindustrian , Airlangga Hartarto dimana Pembangunan JIIPE merupakan kerja sama antara AKR Corporindo melalui anak usahanya, PT Usaha Era Pratama Nusantara dengan Pelindo III melalui anak usahanya, PT Berlian Jasa Terminal Indonesia.

 

Total investasi dalam pembangunan kawasan industri JIIPE ini sebesar Rp5 triliun sejak tahun 2012, dan akan menambah investasi sekitar Rp1,3 triliun untuk pengembangan fasilitas dermaga tahap kedua.

 

Area JIIPE terdiri atas kawasan industri 1.761 hektare (Ha), pelabuhan seluas 400 Ha, dan kawasan pemukiman berkonsep kota mandiri seluas 800 Ha. Sejumlah industri yang sudah masuk di JIIPE, antara lain pabrik kimia PT Clariant Indonesia, pabrik garam PT UnichemCandi Indonesia, PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (Sari Roti), perusahaan pupuk PT Hextar Fertilizer Indonesia, serta perusahaan beton dan kontruksi PT Adhimix Precast Indonesia.

 

“Saya berharap pimpinan-pimpinan perusahaan lain bisa melihat cara kerja sama yang telah dilakukan oleh JIIPE ini, agar juga bisa di-fotocopy, ” ucap Presiden Jokowi menambahkan.

 

Dalam keterangannya Presiden Jokowi meyakini bahwa santri-santri dari pondok pesantren itu pintar-pintar dan terpenting akhlaknya bagus-bagus.

 

Untuk itu,Presiden Jokowi mendorong perusahaan-perusahaan untuk merekrut sumber daya manusia (SDM) dari pondok pesantren. “Kalau mereka belum siap, berikan training, vocational training dan pelatihan-pelatihan lainnya, seperti menggunakan komputer dan mengoperasikan mesin modern,” paparnya.

 

Selain itu, Presiden Jokowi mengatakan perusahaan-perusahaan yang berada di kawasan industri dapat menggandeng industri kecil dan menengah di sekitarnya. “Industri kecil di daerah-daerah, bisa diajak kerja sama. Modelnya bisa anak angkat atau bapak angkat,”jelasnya.

 

Sinergi tersebut, Imbuh Presiden Jokowi ,  implementasi ekonomi Pancasila yang perlu dikembangkan. “Jadi, nggak ada ruginya narik yang kecil, narik yang sedang. Sebab, itu akan menumbuhkan ekonomi lokal atau daerah,” jelasnya.

 

Presiden Jokowi juga menghimbau agar setiap pembangunan kawasan industri dan pendirian pabrik perlu diberi kemudahan.

 

” Saya ingin proyek ini dikawal. Jangan sampai ada pihak-pihak yang menghambat, seperti mengenai pembebasan lahan. Karena ini nantinya dapat menyerap banyak tenaga kerja. Tunggu akhir Maret ini, semuanya akan saya obrak-abrik, ” tegasnya.

 

Sedangkan Menperin Airlangga mengutarakan JIIPE ini merupakan kawasan Industri Generasi Ketiga. ““JIIPE merupakan model kawasan industri generasi ketiga, yaitu kawasan industri yang dilengkapi dengan infra dan suprastruktur yang andal dan terintegrasi seperti adanya pelabuhan, kawasan yang ramah lingkungan, serta inovatif menuju terwujudnya kota industri baru,” paparnya.

 

Ketua umum Golkar ini menjelaskan JIIPE sebagai salah satu kawasan industri yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional sesuai Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017, telah disiapkan beberapa klaster untuk industri berat, industri berbasis kelapa sawit (CPO), industri otomotif, serta industri kecil dan menengah (IKM).

 

“Jawa Timur merupakan salah satu provinsi berbasis manufaktur, karena industri yang ada mampu berkontribusi terhadap perekonomian daerah sebesar 40 persen, tertinggi setelah Banten dan Jawa Barat, ” jelasnya.

 

Red

Editor : Intan