Presiden Jokowi Berharap Dubes Bisa Datangkan Income Bagi Negara

TANGKASNews – “Menjadi diplomat sekarang tidak mudah karena banyak ketidakpastian di dunia. Konflik dan perang terjadi di berbagai belahan dunia. Pengungsian terjadi, ancaman terorisme, narkoba dan lainnya mengancam semua negara.”

 

Pernyataan ini disampaikan Presiden Jokowidodo saat membuka Rapat Kerja Kepala Perwakilan RI (Raker Keppri) di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (12/2).

 

Dibalik itu semua, Presiden Jokowi berharap agar para duta besar (dubes) mampu mendatangkan income bagi negara. “Diplomasi yang cepat, responsif dan tanggap. Bukan membuang uang tapi menghasilkan uang,” jelasnya.

 

Selain itu , Presiden Jokowi menginginkan  agar para dubes dapat memperjuangkan kepentingan Indonesia di luar negeri.

 

“Persaingan ekonomi semakin tajam dan semua negara ingin menjadi pemenang. Kecenderungan proteksionisme semakin meningkat, baik hambatan tarif dan non tarif. Ini tantangan yang harus dihadapi. Tantangan diplomat, terutama diplomat kita,”  paparnya.

 

Raker yang mengusung tema “Diplomasi Zaman Now” ini dihadiri oleh 134 perwakilan dari Kedutaan Besar RI .

 

Selanjutnya ditempat yang sama, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi  mengatakan agar pentingnya para diplomat mengadopsi jargon ‘Revolusi Mental’ yang digaungkan Jokowi-Jusuf Kalla sejak kampanye pilpres. “Kata kunci perubahan ada di mindset revolusi mental yang harus dilakukan oleh seluruh diplomat,” jelasnya.

 

Red

Editor : Intan