Presiden IOI : Kita Tetap Dukung, Walaupun ESEMKA itu Produk China

TANGKASNews – Pro kontra peluncuran mobil Esemka di awal November semakin menguat. Seperti sebelumnya Calon Wakil Presiden , Kyai H. Maaruf Amin dalam kampanyenya pernah mengatakan pemerintah akan meluncurkan Produk Mobil Nasional Esemka di awal November.

 

Bicara Esemka, Presiden Institut Otomotif Indonesia (IOI), Mad e Dana Tangkas menyampaikan apapun keadaaan tentang produk mobil Esemka , kita patut mendukung produk mobil Nasional Esemka ini.

 

” Esemka yang saya lihat itu sama percis dengan produk mobil China , dan kemungkinan dilabel dengan Garuda setelah berada di Indonesia,” ujar Made Dana Tangkas di Jagorawi Golf Bogor, Minggu (5/11).

 

” Jujur saya yang sudah 29 tahun bergelut di bidang produksi mobil Toyota merasa terkejut dengan rencana peluncuran mobil Esemka,” sambungnya.

 

Made Dana Tangkas menuturkan membuat sebuah mobil nasional itu sangat tidak mudah, perlu banyak proses yang harus dilewati agar benar benar menjadi karya anak bangsa.

 

“Seperti halnya Kendaraan Pedesaan alias AMMDes yang telah diluncurkan Bapak Presiden Jokowi awal Agustus lalu butuh waktu hampir 4 tahun,” imbuhnya.

 

Kendaraan Pedesaan (AMMDes) , papar CEO IBIMA ini, diproduksi juga Ahasil Kerja Bareng Kementerian Perindustrian, IOi dan PT. Kiat Motor  , Bapak Sukiyat selaku pengembang mobil Esemka.

 

Lebih lanjut , Made Dana Tangkas mengatakan jika pemerintah benar benar ingin menjadikan Esemka ini sebagai mobil nasional, seharusnya pihak terkait dan pengembang lebih berkolaborasi lebih banyak dengan para pelaku Industri Otomotif di tanah air. ” Indonesia banyak mempunyai SDM yang berpotensi untuk menghasilkan produk otomotif (mobil) nasional,” ucapnya.

 

Kendati demikian, Made Dana Tangkas mengutarakan walaupun Esemka itu yang saya tahu produk China, kita dari IOI sebagai wadah para pelaku Industri Otomotif di tanah air akan tetap mendukung peluncuran mobil Esemka oleh Bapak Sukiyat.  ” Esemka itu Produk China, tapi kita tetap dukung sebagai mobil nasional, sepanjang bukan untuk pencitraan jelang Pilpres 2019″ tutupnya.

 

Red

Editor : Intan