Premium Batal Naik, Demokrat Sebut Jokowi Tidak Serius Urus Negara

TANGKASNews – Kepala Divisi Hukum dan Advokasi DPP Demokrat Ferdinand Hutahaean menyampaikan penundaan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dari Rp6.450 per liter menjadi Rp7.000 per liter itu hanya dagelan pemerintah, khususnya Presiden Jokowi yang ingin tampil jadi pahlawan kesorean.

 

“Saya pikir ini hanya upaya menciptakan sosok presiden (Jokowi) sebagai pahlawan. Sayangnya pahlawan kesorean,” ¬†ujarnya di Jakarta, Rabu (10/10).

 

Pembatalan kenaikan BBM ini, sambung Ferdinand menunjukan bukti bahwa Kepemimpinan Jokowi hanya mengurus negara dengan senda gurau. “Inilah bukti bahwa negara diurus dengan senda gurau. Rakyat dipermainkan seenaknya saja,” paparnya .

 

Ferdinand menjelaskan sangat tidak mungkin pengumuman pertama terkait prihal BBM oleh Menteri ESDM , Ignatius Jonan belum mendapat restu dari Presiden Jokowi.

 

“Pembatalan kenaikan BBM ini, menunjukan wajah asli Presiden Jokowi yang selalu ingkar akan janji janinya pada Pilpres 2014 lalu,” ucapnya.

 

Selain itu Ferdinand menambahkan pemerintah suka membohongi rakyatnya sendiri . “Pemerintah sedang menunjukkan wujud aslinya yaitu tidak menepati janji politik kampanyenya dan janji pemerintahannya kepada rakyat yamg tidak akan menaikkan harga BBM,”pungkasnya.

 

Red

Editor : Intan