Prabowo Ungguli Jokowi, Relawan Dua : Bisa Jadi Itu Survey Bayaran

TANGKASNews – Direktur Indonesia Network Election survei (INES)

Oskar Vitriano menyampaikan pihaknya mendapatkan hasil bahwa Prabowo Subiyanto telah berhasil mengingguli elektabilitas Jokowidodo sebagai Capres 2019.

 

“Ini top of mind, dengan pertanyaan jika pemilu dilakukan hari ini siapa presiden yang akan dipilih? Prabowo unggul 50,20%, Jokowi 27,70%, Gatot Nurmantyo 7,40%, dan tokoh lain 14,70%,” paparmya di Jakarta, Ahad (6/5).

 

Menanggapi hal ini, Ketua Umum Relawan Dua, H Made Dzakir mengatakan hasil survey yang dikeluarkan masing masing lembaga polling itu sah sah saja dan legal, namun bukan berarti hal tersebut hal yang mutlak .

 

” Bisa jadi hasil survey tersebut merupakan suatu trik strategi dengan menggukan formula khusus sehingga didapatkan nilai yang berbeda ketimbang lembaga lainnya, ” tuturnya di Bogor, Ahad (6/5).

 

Made Dzakir menambahkan bisa juga hasil survey tersebut sudah masuk dalam kontrak  parpol sehingga diusahakan agar nilai elektabilitas Prabowo Subiyanto lebih besar ketimbang Jokowidodo. ” Bisa jadi dibalik hasil tersebut, sudah masuk dalam kontrak politik sehingga menjadi lembaga survey yang tidak netral dan fair play ( tramsparan) ,” imbuhnya.

 

Untuk itu Relawan Dua , tegas menghimbau agar masyarakat tidak terlau terpengaruh akan hasil hasil survey akan elektabilitas masing masing Capres 2019 mendatang. ” Pilih pemimpin negara sesuai hati nurani dan mempunyai  bukti kerja yang nyata. biarkan Rakyat yang berbicara,” pungkasnya.

 

Survey INES tersebut dilakukan pada 12-28 April 2018. Survei dilakukan kepada 2.180 responden yang dipilih secara proporsional di 408 Kabupaten/kota di Indonesia. Metode yang dilakukan dengan multistage random sampling. Margin of error dari survei ini yakni +- 2,1%, dengan tingkat kepercayaan 95%.

 

Populasi survei ini adalah warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di sektor domestik atau publik dengan aneka profesi dengan ragam pendidikan dan ragam umur, serta penghasilan dan latar belakang agama yang berbeda. INES melakukan pengumpulan data dilakukan dengan wawancara secara sistematis dengan melakukan cek ulang di lapangan sebanyak 20% dari seluruh responden.

 

Red

Editor : Intan