POS RAYA Minta Presiden Jokowi Tunda Pengembangan Mahesa Nusantara

TANGKASNews – “Saya pribadi sangat menyayangkan putusan Pak Made Dana Tangkas untuk tidak komitmennya dalam penggarapan Mobil Pedesaan terhadap para Relawan Pro Jokowi yang telah membukakan pintu awal agar masuk dalam agenda program Presiden Jokowi.”

 

Demikian yang disampaikan Ketua umum Pos Raya , Ferdy Semaun dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/2) menanggapi adanya laporan dari para anggota terkait pengembangan Kendaraan Pedesaan Mahesa Nusantara.

 

Ferdy yang kini juga menjabat pimpinan salah satu BUMN ini menjelaskan awalnya berkas pengajuan pengembangan Kendaraan Pedesaan ini yang berawal dengam sebutan “Mobil Rakyat (Mobrak) diajukan dari tim Pos Raya DPC Bogor masuk ke beberapa para ketua Umum Relawan Jokowi untuk dapat masuk dalam program kerja Presiden Jokowi.

 

“Hanya dari kami yang mau menindak lanjuti proposal Kendaraan Pedesaan Mahesa ini kepada beliau (Presiden Jokowi-red) , dan lainnya masih belum berani karena meraka belum mengetahui figur jelas dari Pak Made Dana Tangkas,” tuturnya.

 

Selain itu, kami dari Pos Raya , Ferdy menambahkan agar nantinya jika pengembangan Kendaraan Pedesaan ini berjalan para anggota setidaknya mendapat peluang untuk lapangan kerja.

 

“Namun kenyataannya, setelah Bapak Presiden menyetujuinya, malah pihak kami ditinggalkan oleh pak Made Dana Tangkas, ” ungkapnya.

 

Ferdy mengaku dalam perjalanananya, ia mengaku telah melakukan beberapa kali negoisasi agar pengembangan Kendaraan Pedesaan yang dijembatani Pos Raya Bogor ini agar dapat masuk dalam program kerja Presiden Jokowi. “Dan setelah tiga tahun di setujui, lah malah kita ditinggal, maksudnya apa ini pak Made Dana Tangkas,” ucapnya.

 

Ferdi juga mengutarakan Kendaraan Pedesaan Mahesa Nusantara ini setelah dilakukan penelusuran , itu murni produksi dari pihak Astra dan bukan produk lokal.

 

“Karena yang dipasang figur lokal, seperti pak sukiyat, maka Mahesa ini terkesan asli produk nasional, ” jelasnya .

 

Untuk itu Pos Raya, tegas Ferdy, meminta kepada Presiden Jokowi dan pihak terkait agar menunda sementara atau sekaligus membatalkan program pengembangan Kendaraan Pedesaan Mahesa Nusantara tersebut, dengan berbagai bahan pertimbangan . “Kami juga tengah menyiapkan surat resmi kepada Bapak Presiden Jokowi atas permohonan penundaan pengembangan Kendaraan Pedesaan ini, ” tutupnya.

 

Perlu diketahui, Pos Raya sebagai salah satu Relawan Jokowi memang benar adanya sebagai pintu pembuka perjalanan pengembangan Kendaraan Pedesaan Mahesa Nusantara.

 

Dimulai di Akhir Tahun 2014, diawal kepemimpinan Presiden Jokowi , dan didorong pula dengam dukungan dari Menteri Koperasi dan UKM , AAGN Puspayoga yang menitik beratkan pengembangan Mahesa ini pada Swasembada Pangan .

 

Saat itu wacana pengembangan Mahesa ini diawali dengan pembahasan antara Menteri Puspayoga dengan Presiden Institut Otomotif Indonesia (IOI) , Made Dana Tangkas.

 

Red

Editor : Intan