Politik Eksperimen Anies, Berdiri Sepi Dalam Keramaian

TANGKASNews – Kebijakan kebijakan baru yabg dikeluarkan Gubernur DKI , Anies Baswedan kerap mengundang kontroversi dihadapan publik.

 

Menurut Ketua Umum Relawan Dua, H . Made Dzakir menyampaikan apa yang dilakukan Anies di ibukota hanyalah politik eksperimen , langkah dari sebuah kebijakan yang dilakukan adalah hal yang bersifat eksperimental dengan sistem trial dan eror disertai mimpi akan meraih sebuah kesuksesan besar.

 

Made Dzakir menjelaskan beberapa langkah Anies yang dinilai bersifat politik Eksperimen , diantaranya, Pertama Jargon Kota Bersyariah dengan aksi perdananya menutup tempat transaksi lendir Alexis ternyata gagal, karena hingga saar ini lokasi hiburan tersebut tetap beroperasi.

 

” Alexis hanya berubah nama saja dan aktivitasnya tetap berjalan normal, ” ujar Made Dzakir di kantornya di kawasan Bogor, Minggu (4/1).

 

Kedua , Made Dzakir menuturkan terkait beroperasinya kembali Becak di ibukota dan penataan PKL di setiap trotoar jalan prorokol ini sebenarnya cara popilulisme untuk menarik perhatian dan simpatisan wong cilik.

 

Kendati demikian, Made Dzakir mengatakan upaya yang dilakukan Anies ini hanyalah untuk membangun opini publik baru untuk antipati terhadap kebijakan penguasa sebelumnya (Ahok Djarot). “Langkah ini pernah sukses di terapkan Mao di china dan Hitler di Jerman,” jelasnya.

 

Made Dzakir menuturkan cara populisme yang dilakukan Anies ini dinyatakan gagal , karena tanpa sendirinya kebijakan tersebut akan menabrak sistem hukum (fire wall) atas tidak ada responnya pemerintah pusat.

 

Untuk itu Relawan Dua, tegas Made Dzakir menyatakan upaya Anies menjadi Gubernur DKI dengan politik eksperimentalnya ini dinilai sangat tidak efektif guna mendapatkan popularitas sesuai dengan mimpinya.

 

“Anis hanyalah seorang petualang yang ditempatkan diatas panggung ABAH (Asal Bukan Ahok), berdiri sendiri sepi ditengah keramaian para elite politik yang memanfaatkan kekuasaannya guna menghambur hamburkan APBD DKI melalui sebuah kebijakan dengan nominal yang fantastis, ” pungkasnya.

 

Red

Editor : Intan