Pilpres 2019, Jangan Pernah Pilih Capres Yang Pernah Dipecat

TANGKASNews – “Jangan pernah memilih orang yang dipecat! Jangan! Jangan pernah memilih mereka yang diduga melakukan penculikan-penculikan dan pelanggaran HAM! Jangan! Kalau kita mau pilih, pilihlah mereka yang bukan bagian dari dari masa lalu. Kenapa saya pilih Jokowi? Karena Jokowi seperti saya. Bukan anak menteri. Bukan anak bangsawan. Bukan anak pejabat. Bukan anak jenderal. Bukan anak orang kaya. Dia sama seperti saya, sama seperti kita yang ada di sini. Bukan anak siapa-siapa. Kalau Jokowi bisa jadi presiden, anak kita bisa jadi presiden. Dan itu mimpi kita. Membangun negara yang demokratis dan setara satu degan yang lain.”.

 

Demikian yang disampaikan Anggota Fraksi PDIP DPR, Adian Napitipulu dalam closing statemennta di salah satu acara stasiun tv beberapa hari lalu.

 

Dalam gelar talk show tersebut, Adian mengeluarkan sindiran kepada Capres Prabowo Subiyanto dengan mengatakan hal yang jelas perbedaan beliau (Prabowo) dengan Jokowi .

 

“Dia (prabowo ) itu mempunyai pemikiran yang besar dan bicara besar tanpa disertai tindakan yang besar,” ujar Adian.

 

Sedangkan Jokowi, sambungnya,beliau mempunyai pemikiran besar,bicara lantang, namun disertai tindakan yang besar dan terwujud.

 

“Ada hal yang berbeda antara berpikir besar, bertindak besar, dan berbicara besar. Menurut saya, Jokowi berpikir besar dan dia bertindak besar. Yang lain bicaranya saja besar, tindakannya kita belum tau, sedangkan Rakyat sudah melihat hasil karyanya (Jokowi),” papar Adian.

 

Lebih lanjut, Aktivis 98 ini mengatakan Prabowo sangat wajar menaruh harapan besar kepada para wanita Indonesia, karena dia sangat mendambakan seorang ibu negara. “Prabowo sebagai pengurus kuda , Saya pikir dia memberi harapan kepada kaum perempuan karena dia butuh ibu negara tentunya,” ucapnya.

 

Sehingga Adian mengutarakan akan ada persoalan baru yang akan dihadapi negara jika Prabowo menang dalam Pilpres 2019.

 

“Yang akan menjadi persoalan bagi saya begini, ketika Prabowo menang nanti dia akan menjadi panglima tertinggi angkatan bersenjata darat, laut, dan udara. Lalu dia akan melantik sekian banyak jenderal. Repotnya jenderalajenderal yang dilantik itu dilantik oleh tentara yang dipecat. Ini akan menjadi persoalan berikutnya,”  pungkasnya.

 

Red

Editor : IntaN