Pilpres 2019, Indonesia Kehilangan Sosok Bung Karno

TANGKASNews – ” Kian maraknya paham radikalisme seperti ISIS dan ormas islam terlarang seperti Hizbut Tahrir Indonesia ( HTI) , karena Indonesia telah kehilangan sosok pemimpin yang menjadi panutan bangsa, yakni Bung Karno. ”

 

” Ibarat pepatah, Indonesia ini bak anak kehilangan Induknya sehingga perjalanan kemerdekaan Indonesia banyak yang salah arah dan mudah disusupi paham radikal.”

 

” Isu munculnya Khilafah dalam pilpres 2019 yang kian menguat ini juga disebabkan karena adanya suatu krisis kepemimpinan oleh Rakyat Indonesia.”

 

Sosok pemimpin bangsa seperti Bung Karno ini telah membuktikan Indonesia berhasil memasuki gerbang kemerdekaan dengan berbagai rintangan dikala itu, baik serangan para kompeni maupun paham komunis. ” Bung Karno mampu menuntun Rakyat Indonesia menjadi negara yang merdeka.”

 

Berbeda halnya saat ini memasuki era Industri 4.0 banyak tokoh bangsa yang mayoritas ingin membawa Indonesia ini ke sebuah kubangan lumpur. “Banyak tokoh bangsa yang ingin merubah tatanan falsafah bangsa Indonesia menjadi sebuah paham lain selain Pancasila. ”

 

Maka dari itu, Pesta Demokrasi Pilpres 2019 ini dapat dikatakan sebagai perjuangan Revolusi jilid II dalam rangka mempertahankan kemerdekaan dengan falsafah bangsa Pancasila seperti yang telah diwariskan Bung Karno, Presiden Pertama RI.

 

Perjuangan bangsa Indonesia dalam Pilpres 2019 ini adalah bukan memenangkan pasangan Jokowi Maaruf Amin sebagai pilihan rakyat, melainkan sebuah perjuangan didalam melawan para monster monster radikal yang kini berada dibalik pasangan calon nomer dua.

 

Mereka monster monster radikal seperti HTI dan ISIS yang banyak disebutkan berada dibalik Partai PKS ini memang diakui mempunyai tujuan merubah dasar negara pancasila menjadi paham radikal .

 

Mereka sangat kuat , mengapa demikian. Karena Monster monster radikal ini didukung beberapa  negara negara islam yang ingin merebut Indonesia menjadi bagian dari negara Islam didunia.

 

Untuk itu , berdasarkan survey terakhir bahwa jumlah pendukung paham radikalisme di tanah air mencapai 15 juta orang memang benar faktanya di lapangan.

 

Isu Khilafah sudah bukan menjadi rahasia lagi, kebangkitan khilafah dibalik Prabowo Sandi itu 99 persen menjadi hal yang harus dilawan para pendukung ,baik koalisi partai, simpatisan maupun Relawan Jokowi Maarufamin.

 

Kesimpulannya, Indonesia yang kehilangan sosok Bung Karno harus mampu memilih jalan terbaik untuk kejayaaan dan keutuhan NKRI serta menjaga ideologi bangsa Pancasila. “Memenangkan Jokowi Maarufamin itu akan sama dengan menjaga keutuhan merah putih dan membumihanguskan para monster monster radikal yang berlindung dibalim koalisi kubu pasangan kosong dua. ”

 

Sumber tulisan : Pengamat Ekonomi dan Politik, Putu Yulia S

Editor : Intan – Red