Pilkada Serentak , Kasus Saling Lapor Tim Sukses Walikota Semarang

TANGKAS  – Sebelumnya, tim sukses (timses) masing-masing paslong saling melaporkan adanya dugaan pelanggaran selama masa kampanye ini. Paslon nomor urut satu Soemarmo HS-Zuber Syawafi dilaporkan dengan pembagian uang sejumlah Rp1 juta kepada warga. Pelanggaran nomor urut dua Hendrar Prihadi-Hevearita G Rahayu dilaporkan saat berkampanye memakai fasilitas negara, dan dugaan politik uang dengan membagi-bagikan uang oleh isteri calon Walikota Semarang Sigit Ibnugrohi kepada para pedagang di pasar Karangayu.

Terkait aduan dugaan pelanggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) oleh tiga pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Semarang, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Semarang menghentikan permasalahan tersebut di meja Gakumdu.

 

Ketua Panwaslu Kota Semarang, M. Amin menerangkan, proses pemeriksaan ketiganya dihentikan karena tidak memenuhi unsur pembuktian pemanggilan beberapa saksi. “Proses pemeriksaan tidak dilanjutkan, dan berhenti di meja Gakumdu,” ujar dia, Senin (21/9/2015).

Menurutnya, unsur pembuktian tidak terpenuhi seperti dalam laporan paslon Sigit-Agus yang dituduh membagi-bagikan uang. “Video yang diunggah media online Semarang itu tidak ada bukti. Pembagian uang oleh isteri calon Walikota Semarang itu bukan money politik, melainkan membagikan amplop tidak terkait pencalonan suaminya,” terangnya.

Dinamika saling lapor ini membuat suhu politik di Kota Semarang memanas. Ia menduga terdapat kampanye hitam dari timses atau pendukung calon dengan menyerang paslon lain.

“Bisa dikatakan itu bentuk black campain saat seperti ini. Yang jelas kami juga menurunkan tim, untuk mengecek dugaan pelanggaran pada isteri calon Walikota pada tanggal 7 September kemarin,” pungkas dia. (Yusuf IH)

Endha & Koresponden

EDITOR : DD BIN