Perkokoh NKRI, Presiden Jokowi Akan Hadiri HUT Koperasi Ke 70 di Makasar

TANGKASNEWS – Perjalanan 70 tahun Koperasi di Indonesia telah menunjukan beberapa kemajuan, dimana Koperasi terbukti telah mampu memberikan kesejahteraan para anggotanya.

Selain itu, kehadiran Koperasi di tanah air jhugha mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi nasional.

Untuk itu, Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga menyampaikan rencananya puncak peringatan Koperasi ke 70 tahun yang digelar di Makasar, Sulawesi Selatan akan dihadiri oleh Presiden Jokowidodo.

HUT Koperasi ke 70 tahun, Menkop Puspayoga menambahkan akan menggelar Kongres Koperasi ke III pada 12 – 16 Juli 2017 juga akan dibuka langsung oleh Presiden Jokowidodo.

Dalam Kongres Ke III Koperasi ini, terangnya, akan dihadiri pula beberapa menteri Kabinet Kerja dan para ekonom.

Mantan Wagub Bali ini menjelaskan tema yang diusung dalam perayaan HUT Koperasi ke 70 tahun adalah “Koperasi Menuju Pemerataan Kesejahteraan Masyarakat yang Berkeadilan untuk Memperkokoh NKRI.”

Tema tahun ini, ujar Menkop Puspayoga, sejalan dengan tekad pemerintah dalam mencapai kesejahteraan , sehingga tidak terjadi suatu ketimpangan sosial ataupun kesenjangan ekonomi dalam kehidupan bermasyarakat.

“Semua ini merupakan tantangan yang harus kita hadapi untuk mewujudkan amanat dalam UUD 1945 Pasal 33 yang menyatakan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan,” paparnya.

Guna mencapai tujuan sebagaimana amanat UUD 1945 khususnya pasal 33, maka pemerintah melakukan reformasi koperasi sebagai langkah penting dan strategis sebagai landasan kebijakan total terhadap pengelolaan koperasi yang baik dan benar.

Menurut Menkop Puspayoga, salah satu upaya reformasi koperasi yang telah dilakukan pemerintah adalah dengan rehabilitasi koperasi, yakni melakukan pembaharuan organisasi koperasi melalui pemutakhiran data koperasi dengan cara pembekuan dan pembubaran koperasi dengan Online Base Data System, sehingga koperasi mempunyai Nomor Induk Koperasi (NIK).

Selain itu, imbuhnya, membangun Sistem Administrasi Badan Hukum Koperasi secara online untuk mempermudah pendirian Badan Hukum Koperasi. Setelah melalui verifikasi koperasi yang mendapat NIK dan sertifikat NIK sejak tahun 2015 terealisasi sebanyak 10.827 sertifikat NIK.

Kendati demikian, Menkop Puspayoga dalam keterangan tertulisnya yang disampaikan Humas Kemenkop UKM, Selasa (11/7) mengaku masih banyak koperasi yang belum berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip koperasi.” Masih banyak koperasi yang menghadapi persoalan secara internal dan gagal mencapai tujuannya. Bahkan ada koperasi yang digunakan untuk kegiatan investasi ilegal,”pungkasnya.

RED
EDITOR: INTAN