Penggeledahan VSI, Kejagung Dinilai Langgar Aturan

TANGKAS  – Kejaksaan Agung (Kejagung) telah melanggar penetapan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait proses penggeledahan kantor PT Victoria Securities Indonesia (VSI). Oleh karena itu, penggeledahan tersebut dianggap melanggar hukum. karena tempat yang digeledah, yakni kantor PT VSI bukan merupakan lokasi sebagaimana tertera dalam surat izin penggeledahan.

Kuasa Hukum PT Victoria Securities Indonesia (VSI), Peter Kurniawan mengatakan, pemohon PT VSI bukan subjek yang ditetapkan oleh Pengadilan untuk digeledah. Termohon juga melakukan penggeledahan yang bukan tercantum juga melakukan penggeledahan pada alamat yang bukan tercantum dalam penetapan penggeledahan.

“Nomor 28/Pen.Pid.Sus/TPK/VIII/2015/PN.JKT.PST pada 3 Agustus 2015,” ujar Peter di Jakarta, Senin (28/9/2015).

Menurutnya, dugaan salah geledah yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung diperkuat dari kesaksian sejumlah saksi yang dihadirkan, salah satunya Muhammad Zubair.

Dimana pada saat pemeriksaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Zubair, yang diketahui sebagai penyidik yang ikut menggeledah itu, mengakui bahwa lokasi yang digeledah berbeda sebagaimana tertulis dalam surat izin penggeledahan dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

“Saksi (Zubair) menyatakan dengan tegas, bahwa penggeledahan dilakukan di Panin Tower Senayan City Lantai 8, Jakarta, dengan menggunakan penetapan penggeledahan Nomor 28 dan tidak ada nama PT VSI dalam penetapan penggeledahan Nomor 28,” pungkasnya.

INTAN – Korespondens

EDITOR : DD BIN