Pengamat : #WajahmuPlastik, Bodohnya Capres Nomer Dua Kita

TANGKASNews – Pengamat Politik dan Sosial,Iwan Siswo mengungkapkan dirinya tidak habis pikir bangsa Indonesia mempunyai Calon Wakil Presiden yang sangat bodoh .

 

” Gak habis pikir , Prabowo Subiyanto yang telah berulang kali gagal menjadi Calon pemimpin bangsa , bukannya tambah cerdas dalam pesta demokrasi. Ini kok Capres nomer 2 ini malah makin tampak bodoh.”  papar Iwan di Jakarta, Jumat (5/10) .

 

Iwan menambahkan Ratna Sarumpaet hanyalah seorang aktivis dan broker politik mampu mempermalukan mantan Danjen Koppasus era Soeharto dimuka umum dengan drama operasi plastik . “Capresnya bodoh begitu bagaimana dengan pendukungnya,” ungkap Iwan disertai dengan tawa kecil.

 

“Disinilah kegagalan Prabowo yang berulang menjadi Capres ataupun Cawapres , karena beliau memang tidak punya pemikiran selevel Presiden,” jelasnya.

 

Jika Prabowo menang, Iwan mengatakan tidak bisa membayangkan akan jadi apa negara Indonesia. “Mungkin akan lebih hancur dari DKI Jakarta dibawah kepemimpinan Anies Sandi saat ini,” ucapnya.

 

Nyirnyir Kubu Prabowo Mulai Meredup

 

Terkait prihal para pendukung Prabowo Sandi, Iwan menuturkan bahwa publik sebagian besar memaklumi , karena mereka itu tengah mengalami stress berkepanjangan melihat keberhasilan Jokowidodo dalam memimpin bangsa .

 

“Saya akui sejak mencuatnya kasus Operasi Plastik Ratna Sarumpaet, nyir nyir para kubu Prabowo Sandi di Media Sosial mulai meredup,” ujarnya.

 

“Sebagai manusia normal, ya jelas malu sekali punya jagoan Capres yang telah menunjukan kebodohannya dihadapan publik atas drama Plastik Ratna Sarumpaet, Bener tidak,” sambungnya.

 

Iwan mengungkapkan hanya mereka yang telah dibayar,  atau memang punya sifat setengah manusia muka badak saja yang masih berani berkoar koar dan masih menghujat Jokowi di medsos.

 

” Kita sebagai warga yang waras harus mengalah dan meredam segala emosi atas hujatan dari mereka pendukung Prabowo  yang sudah mulai kehilangan akal sehat atas tekanan batin yang berkepanjangan,” tutupnya.

 

Red

Editor : Intan