Pengamat : Operasi Plastik, Prabowo Sangat Membahayakan Sistem Keamanan Nasional

TANGKASNews – Saat ini publik mulai agak resah dengan kehadiran kembali Calon Presiden RI dengan Nomor Urut Dua Praboowo Subiyanto usai kejadian Operasi Plastik sang aktivis HAM, Ratna Sarumpaet.

 

Mengapa Demikian , Prabowo yang mengaku merasa tidak bersalah atas tudingan penganiayaan Ratna Sarumpaet kepada kubu Jokowi Maaruf Amin menunjukan seakan akan segala sesuatu aturan di Indonesia dianggap sepele.

 

Menurut kaca mata Pengamat Sosial Politik , Iwan Siswo mengutarakan Prabowo jika berhasil menjadi Presiden RI ini akan sangat membahayakan sistem keamanan nasional.

 

Kejadian opersi plastik Ratna Sarumpaet ini, terangnya, memberikan jawaban kepada rakyat Indonesia tentang mengapa Prabowo selalu berulang gagal dalam pencalonan menjadi Capres RI. “Ratna Sarumpaet berhasil bongkar kebodohan Capres Prabowo Subiyanto ” ucapnya.

 

“Jika jadi Presiden , Prabowo mungkin akan membuat sebuah aturan bahwa dirinya itu kebal hukum. Kita tahu Negara kita ini adalah negara hukum . Bisa Hancur beneran Indonesia,” ujar Iwan di Jakarta, Senin (8/10).

 

Penulis buku panca azimat revolusi bung Karno ini menambahkan bukan itu saja , Prabowo yang sudah diketahui menjadi inteligen Negara Amerika alias mempunyai kedekatan dengan negara super power ini akan sangat mengancam keutuhan NKRI. “Sistem Keamanan Indonesia bisa bocor kemana mana nantinya,” ungkapnya.

 

Iwan menuturkan Prabowo yang menyepelekan atas kasus penyebar Hoaks ini sama persis halnya dengan kejadian Pilpres Amerika beberapa tahun lalu antara Hillary Clinton dengan Donald Trump.

 

“Hillary Clinton kalah dengan Donald Trump itu lantaran keteledorannya dalam penggunaan email pribadi saat menjabat menjadi Menlu AS . Dan transaksi email tersebut berhasil di sedot pihak Rusia, dan disampaikan ke Wikileaks,” paparnya.

 

“Menguapnya suara Hillary saat itu setelah Wikileaks mempublikasikan kejadian tersebut kepada publik. Karena warga Amerika menilai belum jadi Presiden saja sudah berani menyalah gunakan wewenang dengan salah prosedur, apalagi nanti kalau sudah menjabat, bisa bahaya ,” sambungnya.

 

Kawal Prabowo Sandi Hingga April 2019

 

Lebih lanjut, Iwan mengutarakan secara de fakto, Capres Prabowo memang sudah dapat dijerat hukuman atas penyebaran Hoaks , minimal kurungan 3 tahun.

 

” Tidak ada alasan , Prabowo sudah nyata melanggar hukum dengan menggelar konfrensi pers ¬†atas penyebaran fitnah Hoaks kasus Operasi Plastik Ratna Sarumpaet, Saksinya Indonesia Lo…” ungkap Iwan.

 

Kendati demikian , Iwan menghimbau agar masyarakat Indonesia tetap mendukung suksesnya pelaksanaan Pesta Demokrasi Pilpres 2019 mendatang.

 

“Mari kita tetap kawal perjalanan Prabowo Subiyanto melewati masa pencoblosan Pilpres pada 17 April 2019,” tuturnya.

 

Mengenai proses hukum hoaks yang disebarkan Prabowo saat ini, imbuhnya, biar nanti diproses setelah Pilpres 2019 selesai. “Agar kemenangan Jokowi Maaruf Fair dan transparan, mari kita sabar serta kawal terus Prabowo hingga melewati masa pencoblosan , usai itu baru kita jebloskan beliau sesuai aturan hukum yang berlaku. Mari kita dewasa dalam berdemokrasi,” jelasnya.

 

Pasalnya, Iwan menegaskan bercermin dari dagelan #WajahmuPlastik Ratna Sarumpaet yang berhasil membongkar kebodohan Capres Prabowo ini memang kedepannya sangat membahayakan sistem keamanan nasional dan keutuhan NKRI.

 

“Mari kita tetap kawal Capres Prabowo dalam mensukseskan proses demokrasi Pilpres 2019, dan tetap tegakan hukum di Indonesia . Jangan biarkan beliau meringkuk dibalik tirai besi sebelum pencoblosan pilpres 2019 berlangsung,”pungkasnya

 

Red

Editor : Intan