Pengamat : Jokowi Harus Berani Bubarkan FPI

TANGKASNews – Petisi ratusan ribu masyarakat Indonesia kian bertambah akan pembubaran ormas islam Radikal FPI yang dinilai lambat laun kian meresahkan warga.

Pengamat Politik, Iwan Siswo mengatakan untuk kali ini Pemerintah harus berani tegas mencabut SK Ormas FPI yang akan berakhir pada 20 Juni 2019 mendatang.

” Tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak lagi memperpanjang Ijin SK Ormas Islam FPI Tersebut,” ujar Iwan di Jakarta , Senin (13/5).

Iwan menuturkan pada tahun 2017 mungkin ada alasan pemerintah tidak berani membubarkan FPI atas adanya petisi ribuan warga saat itu, karena waktu itu belum ada pihak pihak yang membahayakan dibelakangnya.

” Sekarang FPI sudah terkontaminasi dengan ormas Islam Radikal HTI, serta paham Khilafah yang menjadi asas ormas FPI sudah sangat mengkawatirkan dan mengancam keutuhan NKRI,” sambungnya.

Membubarkan FPI, ujar Iwan, untuk kali ini bagi Pemerintah sangatlah mudah karena sudah banyak bukti fakta baru yang dapat dijadikan alasan kuat . ” Membubarkan FPI itu tidak beda dengan membubarkan Ormas HTI,” imbuhnya.

Iwan juga mengatakan pasca Pemilu 2019 sudah banyak warga yang tak berdosa menjadi korban hasutan hasutan paham radikal dan sampai harus berurusan dengan pihak aparat. ” Kasihan masyarakat banyak jadi korban karena pengaruh hasutan hasutan dari mereka kaum radikal,” ucapnya.

Kendati demikian , Iwan mengatakan banyak pihak politik yang sangat membutuhkan kekuatan FPI, sehingga ada kekuatan besar dibalik ormas tersebut.

” FPI itu sudah semacam ormas massa bayaran bagi pelaku politik yang membutuhkannya untuk mrlancarkan misinya. FPI ini sangat laku setiap pelaksanaan Pilkada, Pilgub, Pileg hingga Pilpres,” tuturnya.

“Makanya Habib Rizhieq itu terkenal dengan sebutan Broker Politik, ya itu karena punya kekuatan massa yang besar, jadi banyak yang butuh” sambungnya.

Melihat sepak terjang kepemiminan Jokowi sebelumnya, Iwan mengaku optimis Pemerintah akan berhasil menghentikan langkah ormas islam radikal di tanah air . “Jokowi harus berani seperti era Soeharto Orba. Saat itu tidak ada satupun ormas islam radikal yang berani bersuara,” ungkapnya.

“Mungkin ini saatnya Pak Jokowi menunjukan bahwa beliau tidak punya beban masa lalu. Membubarkan FPI berarti memang benar Jokowi tak ada hubungan dan kaitannya dengan aksi FPI,” pungkasnya.

Red
Editor : Intan