Pengamat : Belum Dibubarkan, Jangan Jangan FPI Ikut Andil Dalam Kemenangan Jokowi Amin

TANGKASNews – ” Saya kira ada yang aneh terkait keberadaan ormas Front Pembela Islam (FPI). Ada suatu ketakutan pemerintah menindak tegas ormas Islam tersebut.”

Demikian yang disampaikan Pengamat Politik Ekonomi, Iwan Siswo di Jakarta , Kamis malam (26/7) menanggapi belum adanya ketegasan Pemerintah akan izin ormas yang berasaskan Khilafah tersebut.

Iwan menilai kemungkinan ada suatu kesepakatan antara Pemerintah dengan FPI terkait Pilpres 2019 lalu, sehingga belum ada putusan jelas mengenai status ormas Islam tersebut.

“Yang saya takuti adalah Jangan jangan FPI ikut andil dalam kemenangan suara Jokowi Maarufamin dalam Pilpres lalu,” ujarnya..

Mengapa saya duga demikian, Iwan menjelaskan jika seandainya benar adanya peran serta FPI yang turut menyumbangkan suara nya untuk paslon Jokowi Amin dalam Pilpres lalu, berarti kemungkinan ada sebuah bargending atau kesepakatan diantara keduanya.

“Kaca mata saya melihat ada sebuah ketakutan dari pihak pemerintah untuk tidak memperpanjang izin FPI yang telah melewati masa berlakunya pada 20 Juni lalu,” ungkap Iwan.

Sebagai Ormas yang jelas berpahamkan radikal, Iwan menilai keberadaan FPI mempunyai kekuasaan yang luar biasa. “FPI itu sebagai ormas radikal yang paling ditakuti oleh Pemerintah,” terangnya.

Selain itu, Iwan menceritakan terkait sang Ketua FPI, Habib Rizhieq yang penuh kasus kriminal tertunda di tanah air, pihak aparatpun tak mampu membungkam dan menuntaskannya. “Sebagai tersangka hukum, Habib Rizhieq masih mempunyai kebebasan untuk bersuara dan memberikan instruksi kepada pasukan FPi di tanah air. Menurut Saya sangat janggal sekali, sedangkan pelaku pelanggaran UU ITE yang marak terjadi pasca Pilpres kemarin pihak aparat mampu menangkapnya dalam hitungan hari,” pqparnya..

Untuk itu, Iwan menghimbau kepada pihak pemerintah terkait, kini saatnya harus transparan kepada publik terkait keberadaan Ormas FPI di tanah air. ” Mumpung suhu politik sudah mereda setelah Jokowi dan Prabowo rujuk kembali, dan Tatkala Prabowo menyatakan NKRI Harga Mati, maka sudah seharusnya tidak ada lagi dusta antara pemerintah dengan rakyat ” tuturnya..

Kalau pendapat pribadi, tegas Iwan , FPI itu memang sudah tidak layak lagi beroperasi di Indonesia, karena telah banyak menorehkan catatan hitam serta kerap meresahkan masyarakat sebagai biang rusuh di tanah air. ” Hemat saya, sudah sepatutnya FPI itu dibubarkan,”pungkasnya.

Red
Editor : Intan