Penahanan Ahok Guna Meredam Aksi Bela Islam Lanjutan

TANGKASNEWS – Gubernur DKI , Basuki Tjahaja Purnama Alias Ahok secara resmi ditahan di Rutan Cipinang pada Selasa (9/5) , usai Majelis Hakim menjatuhkan vonis dua tahun penjara atas Kasus Penistaan Agama .

Politisi PDIP , Iwan Siswo menyampaikan bahwa pihaknya sangat bersyukur atas keputusan majelis hakim dan putusan penahanan sementara Ahok di Rutan Cipinang.

Menurut Iwan, penahanan Sementara Ahok di Rutan Cipinang merupakan langkah tepat Majelis Hakim guna meredam aksi brutal dari tuntutan kaum muslim dalam Aksi Bela Islam yang telah melalui jalan panjang dari Aksi 411, 212 hingga Aksi 55.

“Guna meredam ketegangan politik akibat isu SARA yang mencuat dipublik, Majelis Hakim mengambil langkah yang sangat tepat,” tutur Iwan dalam keterangannya di Jakarta pada Selasa (9/5).

Kendati demikian, Iwan menegaskan kita juga harus menghormati proses hukum, selain memberikan ketenangan sesaat bagi warga DKI yang telah lelah akan aksi bela islam yang digelar tiap hari Jumat. ” Biar Warga DKI tenang dan istirahat dulu dan bisa colling down terkait kasus penistaan agama,” tuturnya.

“Biar kita lihat proses yang tengah berjalan, khan Ahok sudah mengajukan banding,” imbuhnya.

Iwan mengatakan jalannya sidang vonis putusan hukuman ahok yang telah berlangsung pada selasa pagi tadi menunjukan bahwa Majelis Hakim untuk berupaya membuktikan Ahok itu memang bersalah, sehingga semua ajuan dari kuasa hukum ditolak, sehingga semua unsur yang berada dalam pasal 156 KUHP tersebut terpenuhi. ” Itu wewenang beliau (Majelis Hakim-red), kita tunggu saja proses banding kedepan,” jelasnya.

Untuk itu PDIP menghimbau kepada massa yang tergabung dalam Aksi Bela Islam agar dapat memahami perjalanan proses hukum. ” Jadi nanti kalau saat Banding, Ahok dinyatakan tidak bersalah , tidak perlu lagi menggelar Demo lagi,” tegasnya.