Pemprov Sumbar Siapkan Bangunan Tahan Gempa

TANGKAS  – Kepala Dinas Prasjaltarkim Sumbar, Suprapto mengatakan, bangunan kantor gubernur dipersiapkan tahan gempa sebagai pusat komando. Sebagai pusat komando, kantor gubernur sangat vital sama halnya dengan kantor polda sebagai pusat pengamanan. Kemudian Kantor Prasjaltarkim sebagai pelaksana dilapangan. Tiga kantor tersebut tidak kalah penting dengan rumah sakit untuk menangani pasien yang butuh pertolongan.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyiapkan empat bagunan pemerintah tetap kokoh pada saat gempa terjadi. Empat bangunan yang dipersiapkan tahan gempa, escape buliding Kantor Gubernur Sumbar, Polda Sumbar, Kantor Dinas Prasana Jalan dan Tata Ruang Pemukiman Provinsi Sumbar (Prasjaltarkim) dan rumha sakit.

“Empat bangunan itu kita persiapkan tetap kokoh pada saat gempa terjadi sebagaimana perkiraan para ahli,” kata Suprapto  Senin, (28/9).

Para ahli memperkirakan, potensi megathrus Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai masih tersimpan. Jika energi itu lepas, potensi gempa mencapai 8,9 Skala Rochter dan memicu tsunami.

Untuk antisipasi dampak langsung terhadap bangunan, terutama bangunan pemerintah, Disprasjaltarkim Sumbar, mendesain khusus pondasi bangunan tahan gempa.

“Pondasi bangunan menjadi pertimbangan yang sangat menentukan. Sumbar sebagai daerah rawan gempa, pondasi yang cocok untuk bangunan perkantoran dengan memakai pondasi dalam,” ujar Suprapto.

 

Suprapto mengatakan bahwa pondasi dalam hingga mencapai ke lapisan keras sehingga pondasi harus mampu berdiri sendiri. Pondasi dalam disesuaikan dengan kondisi wilayah Sumbar yang rawan gempa, adalah pertimbangan yang sangat matang. Boleh jadi, pondasi dangkal cocok di daerah rawan gempa, tapi untuk bangunan perumahan, kalau untuk bangunan kantor harus memakai pondasi dalam.

“Kalau bangunan diatas dua lantai. Semua tempat saya tidak berikan rekomendasi pondasi dangkal terutama daerah tertentu disepanjang garis pantai harus memakai pondasi dalam,” kata Suprapto.

INTAN

EDITOR : DD BIN