Pemkot Ambon Dorong Warga Gantikan Raskin dengan Sagu

TANGKAS  –  Guna menekan ketergantungan masyarakat akan beras untuk warga miskin (raskin), Pemkot Ambon mendorong warganya agar lebih meningkatkan konsumsi pangan lokal.

Sagu akan kita dorong sebagai pangan lokal kita di Ambon, sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada raskin ini,” kata Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy di Ambon, Selasa (3/11/2015).

Richard mengungkapkan, distribusi raskin selama ini kerap menimbulkan masalah hukum berujung pidana.

Bahkan tak jarang para camat dan kepala desa selalu tersandung dalam masalah penanganan raskin tersebut.

“Persoalan raskin ini kerap memicu masalah hukum. Dan yang paling kacau itu raskin ini selalu saja bermasalah,” katanya.

Berdasarkan fakta tersebut, Richard mengatakan, Pemkot Ambon akan mendorong agar masyarakat dapat beralih mengkonsumsi pangan lokal seperti sagu.

Dengan mengonsumsi sagu, kata dia, masyarakat telah melestarikan pangan lokal itu sendiri.

“Raskin ini bikin orang suka mencuri dan manipulasi. Oleh karena itu kami mau mendorong agar sagu ini kita jadikan pangan lokal wajib bagi kita di Ambon,” katanya.

Dia menambahkan, di Maluku Tenggara, pemerintah setempat telah mengeluarkan kebijakan menolak raskin.

Sebagai gantinya, embal, salah satu penganan lokal yang terbuat dari ubi kayu kini dijadikan sebagai pengganti raskin.

“Kemarin saat ketemu dengan Komisi IV DPR RI, Bupati Maluku Tenggara menyatakan menolak raskin dan menggantinya dengan embal, ini bagus sekali. Jadi kita akan dorong itu juga di Ambon agar sagu dapat menggantikan raskin,” tegasnya.

INTAN

EDITOR : DD BIN